Pepesan Kosong, Salah Siapa?

Laporan : Christine

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Sindiran pepesan kosong yang pernah dilontarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat dengan pimpinan daerah beberapa waktu lalu, berlanjut menjadi pembahasan penting di kalangan pemerhati pembangunan daerah provinsi DKI Jakarta. Dialog interaktif di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih Jakarta yang dilaksanakan salah satu media mendapat sambutan positif dari Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia mengatakan statemen yang disampaikan kepala negara merupakan perhatian dan rasa cintanya terhadap Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

“Biasanya seseorang yang kita cintai pasti akan kita tegur, untuk mengingatkan sehingga ke depan lebih banyak lagi progress yang dihasilkan,” ungkapnya.

Cucu Ahmad Kurnia yang didaulat sebagai pembicara pada Dialog Interaktif “Pepesan Kosong, Salah Siapa?” itu juga mengungkapkan masih banyak progress yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta, hanya tidak terkomunikasikan ke masyarakat. “Bagaimana tidak, pengurusan KTP keliling bahkan sampai pelayanan di malam hari, bukankah itu suatu progress?” ungkapnya.

Tentu saja, teguran itu ditujukan untuk memotivasi satu tahun terakhir kepemimpinan Fauzi Bowo, sehingga di sisa tahun terakhir ini diharapkan akan ada kemajuan yang dilakukan Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sementara menurut Slamet Nurdin, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga menjadi pembicara mengatakan selayaknya sebagai gubernur di ibukota harus mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan apa yang dialami Fauzi Bowo biarlah menjadi pelajaran berharga bagi para calon Gubernur DKI Jakarta mendatang. ***

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.