Perajin di Citeureup Berkembang

perajin batik

Seorang perajin batik menyelesaikan pembuatan batik tulis khas Tegal

BOGOR, (Tubas) – Sejak menerima bantuan pinjaman modal dari PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di 12 desa di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat mengaku usaha kerajinannya maju pesat.

Sebagai contoh, Muchlis, warga Kecamatan Citeureup, perajin alat kebutuhan rumah tangga, mengatakan, usahanya mengalami kemajuan yang cukup signifikan sejak terima bantuan modal. Sebelumnya, usaha yang telah dirintisnya sejak 1970 hanya memiliki 12 karyawan. “Saat ini saya menerima banyak order peralatan dapur berbahan aluminium, seperti panci, teko, dan dandang,” kata Muchlis.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, dia menambah karyawan dua kali lipat. Hasilnya omset meningkat. Jika sebelumnya paling banyak Rp.20 juta sekarang antara Rp 30–50 juta, kata Muchlis kepada Tubas, belum lamai ini.

Dikemukakan, usaha yang dikelola bersama keluarganya itu  berkat adanya pinjaman dari PT. ITP sebesar Rp 20 juta. Dengan modal pinjaman tersebut, dia menambah beberapa cabang  tempat pembuatan peralatan rumah tangga dan pemasaran, seperti di Kampung Bojongsodet, Desa Tarikolot, Kampung Dukuseseupan, Desa Pasir Mukti dan Kampung Bojong Nastar, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup.

Bicara mengenai sistem kerja yang diterapkan kepada cabang (plasma) itu, memberikan bahan baku. Setelah itu hasil kerja cabang dibawa ke tempat usahanya. “Plasma yang saya bentuk tinggal mengerjakan pekerjaan yang kami berikan,” katanya. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar