Perajin Jamu Terobos Peluang Pasar

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

CILACAP, (Tubas) – Kopja Aneka Sari yang awalnya bernama Koperasi Pengrajin Jamu Angudi Ekonomi Kawulo Alit Gentasari, merupakan koperasi pengrajin jamu yang mengupayakan peningkatan ekonomi masyarakat kecil Desa Gentasari. Kehadirannya merupakan embrio Kopja Aneka Sari sebagai generasi penerus Himpunan Pengrajin Jamu Jawa Asli (HPJA) yang didirikan almarhum Muhajir BA.

Pada akhir dasawarsa 1980-an, HPJA mengalami kemerosotan usaha yang berimbas pada mandulnya organisasi, sehingga tidak mampu meningkatkan taraf hidup para anggotanya. Cara kerja para pengrajin jamu yang tergabung dalam HPJA masih bersifat tradisional, sederhana, dan manual. Para anggotanya rata-rata berpendidikan rendah, sehingga dalam melakukan distribusi jamu masih sebatas di lingkungan para anggotanya. Penghasilannya sekadar untuk mempertahankan hidup dan menyekolahkan anak sampai SLTA.

Menjelang tahun 1990-an, muncullah generasi muda yang ikut terjun dalam bisnis para pengrajin jamu dan mencoba menerobos peluang baru, ke pelosok nusantara. Setelah beberapa tahun berjalan, mereka ingin memiliki suatu badan usaha sebagai wadah berlindung supaya usahanya legal dan aman. Apalagi mereka akan membuka jalur distribusi ke luar daerah.

Obsesi tersebut rupanya disambut baik oleh tiga pengrajin jamu senior Mad Muhdi, Gusdi, dan Abdul Rohman. Mereka mendirikan perkumpulan baru yang menghimpun para pengrajin jamu. Di tempat itulah mereka merintis usaha jamu secara home industry sebagai upaya meningkatkan perekonomian rumah tangga para anggotanya di Desa Gentasari.

Kopja Aneka Sari bermarkas di Dusun Gunung Nangka, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Usaha mereka mengalami kemajuan pesat dan anggotanya semakin hari kian bertambah. Jumlah home industry-nya pun menyebar hingga ke desa-desa lain di sekitar Gentasari.

Di wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya Kecamatan Kebasen, Jatilawang, Kemranjen, Sumpiuh, Wangon, dan Banyumas membentuk koperasi perajin jamu dengan nama Kopja Sabuk Kuning. Nama tersebut diambil sebagai wujud prakarsa Partai Golkar tahun 1997 menghimpun para perajin jamu secara legal.

Bangkitnya usaha home industry pengrajin jamu di bawah payung Kopja Aneka Sari karena terobsesi sukses pendahulunya, PT Sehat Jaya yang didirikan Abu Sulaiman Al-Dikun tahun 1990. Al-Dikun membuka usaha jamu dalam bentuk serbuk, yang merupakan modifikasi produk jamu serbuk Jaya Dipa yang bermarkas di Pekalongan. (estanto/jhon h)

Berita Terkait

Komentar

Komentar