Perantau Diimbau Bantu Korban Gempa Taput

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TARUTUNG, (Tubas) – Para korban gempa di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, kini menunggu bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumahnya. Sebelumnya, bantuan tanggap darurat seperti posko dan dapur umum diberikan oleh pemerintah daerah.

Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter, Selasa (14/6) pagi itu, merusak sekitar 200 rumah dan bangunan umum. Selain itu, puluhan penduduk menderita luka-luka. Kecamatan yang terparah kerusakannya adalah Simangumban dan Pahae Julu.

Banyak bangunan, baik rumah maupun fasilitas umum/sosial, seperti gedung sekolah, gereja, dan masjid yang rusak parah dan ringan.

Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing yang dihubungi tubasmedia.com melalui telepon, Rabu, mengatakan, pemerintah daerah langsung memberikan bantuan kepada para korban gempa. Posko banjir dan dapur umum di lokasi bencana didirikan untuk melayani para korban.

Menurut Bupati Taput, yang biasa dipanggil Toluto, korban gempa membutuhkan bantuan. Berkaitan dengan itu, dia mengimbau para perantau di berbagai kota agar ikut memberikan bantuan. Dengan perhatian itu, beban para korban akan diringankan. Mereka harus secepatnya pulih dari trauma akibat gempa yang kuat itu dan membangun kembali rumahnya.

Toluto, yang ditelepon sedang berkemas-kemas untuk kembali meninjau lokasi bencana dan mengkoordinasikan penanggulangan, mengatakan, para korban gempa sudah diminta agar tetap tenang.

Ia mengatakan, sesaat setelah gempa, arus lalu lintas di jalur lintas Sumatera di wilayah Pahae sempat terputus. Penyebabnya, longsoran tanah menimbuni badan jalan. Hambatan itu langsung disingkirkan dan lalu lintas kembali normal.

Dua Guncangan Kuat

Keterangan lain menyebutkan, gempa kuat itu terjadi dua kali, yakni pukul 07.08 WIB dan 10.01 WIB, Selasa. Gempa itu diperkirakan berkedalaman 10 km di bawah tanah, pada 30 km arah tenggara Kota Tarutung.

Sejumlah bangunan yang rusak di Kecamatan Pahae Jae antara lain gedung SMA Negeri 1, SMP Negeri 1, Masjid Raya Aek Botik, gereja HKI, gereja HKBP Sukamaju, serta gereja Bethel Injil.

Tiga titik jalan lintas Sumatera di Pahae Julu longsor yang mengakibatkan arus lalu lintas sempat terganggu. Alat-alat berat pun dikerahkan ke lokasi, menyingkirkan longsoran tanah, sehingga lalu lintas umum kembali lancar. (EMT)

Berita Terkait

Komentar

Komentar