Pagelaran Campursari dan Guyon Maton di AJTe TMII

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Anjungan Jawa Tengah (AJTe) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, menyajikan Gelar Seni Tradisional dari Kabupaten Batang serta bazaar produk unggulan. Kabupaten Batang pekan lalu menampilkan kesenian musik Campursari dan “Guyon Maton” yang merupakan seni musik khas Jawa Tengah yang diselingi Guyonan/Dagelan yang terkadang berisi kritikan-kritikan atau petuah dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa juga mempromosikan potensi pariwisisata alamnya.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kab. Batang Kusnadi, SE, Msi, beserta jajarannya dan Direktur PT Pagilaran pengelola perkebunan teh di Kab. Batang, Tentrem Raharjo serta Paguyuban warga Batang yang ada di Jakarta.

Menurut Kepala Seksi Promosi, Informasi dan Budaya, Winarti Rahayu, sebagian besar penduduk Kabupaten Batang adalah petani. Pada tahun 2004, diarahkan untuk pembangunan di bidang pertanian pada peningkatan ketahanan pangan dan pengembangan agribisnis. Melalui program pengembangan ternak, pembinaan peningkatan pendapatan petani dan nelayan kecil serta agropolitan.

Perkebunan teh yang dikelola perusahaan perkebunan sangat potensial dalam peningkatan ekspor non migas. Di samping itu juga dari perkebunan yang dikelola swadaya dan proyek PIR lokal teh dengan kebun inti PT Pagilaran serta proyek peremajaan rehabilitasi dan perluasan tanaman ekspor (PRPTE) teh. Dengan total produksi teh pada tahun 2006 tercatat sebanyak 62.159,8 kwintal pucuk kering dari luas areal 1.125,7 hektar. Sebagian besar produksi pucuk teh diolah menjadi teh hitam dalam berbagai jenis dan mutu untuk komunikasi ekspor dan sebagian menjadi teh wangi untuk konsumsi lokal.Daerah sentra produksi teh terdapat di Kecamatan Blado, Reban dan Kecamatan Bawang. (audy)

Berita Terkait

Komentar

Komentar