Peringatan berdirinya Keraton Yogyakarta digelar di TMII

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SLEMAN, (Tubas) – Peringatan berdirinya Keraton Yogyakarta atau “Hadeging Nagari Ngayogyakarta” ke-264 tahun 2011 digelar di anjungan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Minggu 13 November 2011.

“Salah satu kegiatan untuk mendukung acara tersebut adalah Gelar Seni Budaya Yogyakarta yang menampilkan kirab dan pagelaran seni dari prajurit kraton, prajurit pakualaman dan kesenian dari kabupaten/kota se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” kata Kepala Bidang Kesenian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Edy Winarta

Menurut dia, dalam kesempatan tersebut kontingen Kabupaten Sleman akan menampilkan tarian garapan dengan judul “Greget Kuntul” dari Dusun Kemiri, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem. “Kontingen Sleman tersebut melibatkan sebanyak 45 orang yang terdiri atas 14 penari, 18 bregada prajurit (pasukan tradisonal), 10 pemusik dan dua orang pendamping,” katanya.

Ia mengatakan, tarian garapan berjudul “Greget Kuntul” berpijak pada kesenian tradisional “Angguk Kipas” yang pada saat ini berkembang di dusun Kemiri, Purwobinangun Pakem. “Angguk Kipas merupakan seni tradisional kerakyatan yang bernapaskan agama Islam yang dikembangan masyarakat,” katanya.

Edy mengemukakan, seni pertunjukan ini pada awalnya hanya dimainkan oleh beberapa anak muda laki-laki yang menari dan menyanyi. “Namun pada perkembangannya saat ini para gadis juga mulai turut berperan dan banyak yang tertarik untuk ikut menari dan menyanyi,” katanya.

Ia mengatakan, untuk instrumen musik yang banyak digunakan adalah terbang, kendang, jidor yang disertai dengan syair-syair nyanyian dari Kitab Barzanji. (sis)

Berita Terkait

Komentar

Komentar