Permintaan Batu Bara Melambat

bb

JAKARTA, (tubasmedia.com) –Perlambatan ekonomi Tiongkok memicu perlambatan permintaan batu bara, sehingga permintaan gas alam akan meningkat sampai tahun 2035. BP’s Group Chief Economict BP, Spencer Dale, Selasa (10/3/2015) mengatakan selama sepuluh tahun terakhir permintaan batu bara tumbuh dengan cepat. Tingginya permintaan batu bara itu berasal dari Tiongkok dan India. Tapi,selama 20 tahun ke depan, laju permintaan batu bara Tiongkok dan India akan melambat, kata Dale kepada wartawan dalam “BP Energy Outlook 2035” di Jakarta.

Dale menambahkan permintaan batu bara akan melambat karena faktor perlambatan perekonomian di negara-negara tersebut. Pertumbuhan permintaan batu bara diperkirakan hanya 0,8 persen per tahun dan menjadi bahan bakar yang pertumbuhannya paling lambat.

“Perubahan itu didorong oleh melemah dan berkurangnya pertumbuhan energi di Tiongkok, dampak regulasi dan kebijakan penggunaan batu bara di Tiongkok dan Amerika Serikat, serta melimpahnya pasokan gas yang mengurangi penggunaan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik,” katanya Lantaran itu permintaan gas alam akan meningkat. Menurut Dale permintaan gas alam tumbuh 1,9 persen per tahun hingga 2035. Permintaan gas dari Asia mendukung pertumbuhan tersebut.(edi s)

Berita Terkait