Perpres tentang Badan Ekonomi Kreatif Diubah

badan_ekonomi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif, pada 16 Juni 2015. Perubahan Perpres itu untuk optimalisasi pejaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi kreatif.

Dalam Perpres perubahan ditegaskan, Badan Ekonomi Kreatif adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata (sebelumnya tidak melalui Menteri Pariwisata).

“Badan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk fashion, film, animasi, dan video, fotograsi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio,” bunyi Pasal 2 Perpres tersebut, seperti dikutip dari laman Setkab, Kamis (25/6).

Perpres No. 72/2015 ini juga mengubah struktur organisasi Badan Ekonomi Kreatif. Pada Perpres No. 6/2015, Deputi di Badan Ekonomi Kreatif dibantu oleh Tenaga Profesional, pada Pasal 29 Perpres No. 72 Tahun 2015 disebutkan Deputi dapat terdiri atas paling banyak 3 Direktorat.

Direktorat sebagaimana dimaksud dapat terdiri atas 1 Subbagian yang menangani fungsi ketatausahaan dan kelompok jabatan fungsional, atau dapat terdiri atas 1 Subbagian yang menangani fungsi ketatausahaan dan paling banyak 2 Subdirektorat.

Pada Pasal 35 disebutkan, untuk melaksanakan tugas dan fungsi di lingkungan Badan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Satuan Tugas yang terdiri atas Tenaga Profesional sesuai dengan bidang tugasnya.

Menurut Perpres itu, Kepala Badan dapat dijabat oleh pegawai negeri atau bukan pegawai negeri. Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi adalah jabatan struktural eselon I.a. atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. Ada pun Kepala Biro, Direktur, dan Inspektur adalah jabatan struktural eselon II.a. atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Kepala Bagian dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III.a. atau Jabatan Administrator, dan Kepala Subbagian adalah jabatan struktural eselon IV.a. atau Jabatan Pengawas.

Perpres ini juga menegaskan, Kepala, Wakil Kepala, Deputi, Direktur, dan Kepala Subdirektorat, di lingkungan Badan Ekonomi Kreatif yang bukan berasal dari pegawai negeri, apabila berhenti atau telah berakhir masa jabatannya, tidak diberikan pensiun dan/atau pesangon.

Pasal 45 Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015i menyebutkan, Kepala Badan diberikan hak keuangan, administrasi, dan fasilitas lainnya paling tinggi setingkat menteri. Sementara Wakil Kepala dan Deputi, yang bukan berasal dari pegawai negeri diberikan hak keuangan, administrasi dan fasilitas lainnya paling tinggi setingkat dengan jabatan eselon I.a.

Direktur yang bukan berasal dari pegawai negeri diberikan hak keuangan, administrasi, dan fasilitas lainnya, paling tinggi setingkat jabatan eselon II.a. Sedangkan Kepala Subdirektorat yang bukan berasal dari pegawai negeri diberikan hak keuangan, administrasi dan fasilitas lainnya paling tinggi setingkat jabatan eselon III.a. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar