Pers Solutif

Oleh: Edi Siswojo

Ilustrasi

Ilustrasi

SUNGGUH menarik permintaan dan harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan pada puncak Hari Pers Nasional 2012 di Jambi. Pers Indonesia diminta menempatkan diri menjadi bagian dari solusi persoalan konflik. Pers Indonesia diharapkan bisa menjadi bagian dalam mengatasi sengketa di masyarakat. Permintaan itu tidak berlebihan dan tepat.

Kini, pers di Indonesia melihat konflik sebagai peristiwa yang menarik untuk diberitakan dan fakta yang laku dijual. Tentu, pilihan itu didsari pertimbangan di satu sisi untuk kepentingan bisnis dan di sisi lain untuk kepentingan idealisme dalam mengangkat fakta untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi.

Tidak sepenuhnya salah jika sudut pandang tersebut menjadi acuan dalam kehidupan pers di Indonesia. Sebab, kepentingan bisnis dan kepentingan idealisme seperti aliran oksigen yang ke luar dan masuk melalui lubang hidung di wajah kita. Tidak bisa satu lubang ditutup dan lubang lain dibiarkan terbuka atau satu lubang terbuka lebar dan lubang yang lain terbuka sempit.

Di depan Forum Media Masa di Jambi Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengingatkan bisnis pers sekarang semakin kompetitif. Kompetisi yang terjadi semakin mendorong pers melakukan persaingan yang tidak sehat, monoploi dan dumping. Disayangkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum belum memberikan perhatian terhadap benturan yang terjadi antara etika dan kepentingan bisnis pers Indonesia.

Sejarah pers di Indonesia mencatat benturan kedua kepentingan itu telah menimbulkan konflik antara wartawan dan pemilik modal dalam mengembangkan pers Indonesia sebagai bagian dari mata rantai konglomerasi. Dalam rangkain itu terasa menjadi penting sumber daya manusia yang memiliki kompetensi profesional dalam memadukan dua nafas kehidupan pers.

Sumber daya manusia berbasis kompetensi menjadi kebutuhan bagi kehidupan pers yang solutif terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Pers solutif merupakan pers yang bekerja secara profesional dalam mengebangkan bisnis dengan tetap memegang teguh kode etik jurnalitik. Selamat ulang tahun Pers Nasional. Selamat datang Pers Solutif !***

Berita Terkait

Komentar

Komentar