Persatuan Jokowi – Prabowo Modal Besar bagi Bangsa

Momen bersejarah salam hormat ala militer Prabowo dibalas Jokowi dengan membungkukkan badan.

Momen bersejarah salam hormat ala militer Prabowo dibalas Jokowi dengan membungkukkan badan.

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Persatuan antara presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menjadi “modal” besar bagi bangsa dalam menghadapi ancaman dari dalam dan luar negeri. Pertemuan kedua tokoh itu, yang mencairkan “kebekuan politik” sejak Pilpres 2014, penting artinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Demikian petikan wawancara tubasmedia.com dengan peneliti utama LIPI Indria Samego, pengamat politik Emrus Sihombing, dan pengamat politik Sahat Marojahan Doloksaribu, Sabtu siang (18/10), sehubungan dengan pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo di kediaman keluarga Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (17/10).

Beberapa hari sebelumnya, Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, serta Ketua MPR, DPR, dan DPD. Langkah Jokowi itu disebut-sebut sebagai safari politik.

Indria Samego mengatakan, pertemuan Jokowi – Prabowo, walau pun relatif singkat, punya makna yang sangat strategis. Keduanya memiliki pendukung yang lumayan jumlahnya. Jika berjalan sendiri-sendiri, dukungan itu akan kontraproduktif. Persatuan antara Jokowi dan Prabowo akan jadi modal besar menghadapi ancaman dari luar dan dalam negeri.

Dikemukakan, sebagai presiden terpilih Jokowi hendaknya lebih aktif menyosialisasikan gagasannya, yang diikuti dengan memberikan teladan konkret. “Pemimpin itu harus bisa memberikan inspirasi dan berani ambil risiko alias tegas,” katanya.

Titik Awal

Sementara itu, Emrus mengatakan, Prabowo dan Jokowi, serta bangsa dan negara memetik keuntungan dari pertemuan bersejarah tersebut. Dengan pertemuan itu, Jokowi dan Prabowo sama-sama menunjukkan kenegarawanan dan keksatriaan. “Itu titik awal dari mencairnya kebekuan politik,” katanya, seraya mengingatkan, kehangatan pertemuan itu membawa ketenangan dan harapan lebih baik bagi masyarakat, terutama menjelang hari pelantikan, Senin, 20 Oktober 2014.

Dikemukakan, lewat pernyataannya pada pertemuan tersebut, yang antara lain, memberikan ucapan selamat kepada Jokowi, Prabowo telah menunjukkan bahwa antara dia dan Jokowi tidak ada masalah. Karena itu, pertemuan tersebut menguntungkan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

“Kepentingan masyarakat, persatuan dan kesatuan di atas segala-galanya,” katanya.

Emrus juga mengatakan, dengan menemui elite partai politik, seperti Prabowo, Jokowi telah melasanakan politik merangkul dan mengayomi. Ia menerapkan komunikasi ketulusan melampaui komunikasi politik.

Ia juga menyarankan agar setelah dilantik menjadi presiden, Jokowi terus menemui elite parpol lainnya, seperti, Amien Rais dan Akbar Tandjung. Yang juga penting agar Jokowi dan kabinetnya nanti mengadopsi program Prabowo, yang pernah disampaikan pada masa kampanye pilpres, beberapa bulan lalu. “Misalnya, program kerja di bidang pertanian,” katanya.

Sahat Marojahan menegaskan, pertemuan Jokowi dan Prabowo merupakan langkah untuk memecah kebekuan politik. Ia menilai ice breaking semacam itu tergolong langkah yang cerdas dan rendah hati. Ia berharap langkah tersebut ditindaklanjuti oleh koalisinya. (ender)

Berita Terkait