Pertamina Disebut Tertekan Tim Reformasi Tata Kelola Migas

180120_517951_IMG_4933

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Keputusan pemerintah meluncurkan produk bahan bakar minyak (BBM) Petralite ron 90 dinilai bakal merugikan rakyat. Pasalnya, produk itu dikabarkan untuk menggantikan produk sejenis yakni ron 88 atau bensin Premium.

“Kebijakan itu akan menyulitkan rakyat,” kata anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian dalam diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Menurutnya, keputusan tersebut bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945 bahwa kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia harus digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita tadi rapat, Pertamina seolah tertekan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) dengan alasan-alasan teknis. Ini adalah rekomendasi tidak sesuai tujuan utama tim itu dibentuk. Harusnya tim bekerja menemukan adanya mafia migas,” ujarnya.

Ramson menyayangkan, penjualan BBM jenis Petralite juga akan lebih mahal Rp 700 dari harga Premium saat ini yang sebesar Rp 6.800 per liter.

“Nanti kita akan tuntut Pertamina tetap jual ron 88. Kalaupun ada Petralite direalisasikan itu hanya alternatif, tidak boleh menggantikan Premium ron 88 secara total. Ini hanya BBM alternatif,” lanjut dia.

Apalagi, lanjut Politisi Gerindra itu, pemerintah tidak memikirkan pengeluaran dana yang lebih besar dari produk Petralite. Mengingat, importir produk itu berbeda dengan jenis ron 88 yang sudah ada.

“Itu belum ada uji coba minyak mentah Petralite 90, jangan sampai revinery-nya Pertamina menganggur, belum ada sinyal ke arah sana. Kita bergantung kepada Singapura soal minyak mentah,” pungkasnya.(nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar