Pertumbuhan Ekonomi Syariah Masih di Bawah Target

Laporan: Redaksi

ilustrasi

TASIKMALAYA, (tubasmedia.com) – Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia baik perbankan maupun lembaga-lembaga syariah, hingga Juli 2014 masih dibawa target, baru mencapai 5 persen. Untuk perbankan di Tasikmalaya aset yang dimiliki perbankan syariah baik itu produk, kredit maupun dana pihak ketiga masih dibawah 6 persen atau sekitar 5,5 persen.

Kekuatan ekonomi di tanah air masih didominasi oleh kekuatan ekonomi konvensional, kata Kepala Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya, Wahyu Punama, saat mengikuti kegiatan peluncuran Gerakan Ekonomi Syariah (Gres) Tasikmalaya yang digelar di halaman KBI Tasikmalaya, baru-baru ini.

Kondisi tersebut, lanjut Wahyu sangat ironis dengan jumlah penduduk tanah air yang delapan puluh persennya adalah muslim, bahkan kalah dengan negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Swiss termasuk Inggris yang pertumbuhan ekonomi syariahnya jauh lebih berkembang.

“Nah melalui peluncuran Gres ini walaupun diakui atau tidak kita sedikit terlambat, namun kita memulai untuk memajukan sistem perokonomian syariah secara bersinergi, baik oleh perbankan maupun lembaga-lembaga lain,” kata dia.

Penyebab lemahnya perekonomian syariah di Tanah Air termasuk di Tasikmalaya, salah satu faktornya adalah masih lemahnya sinegritas antara lembaga-lembaga syariah termasuk di kalangan perbankan syariah. “Dulu awal-awal pengembangan perbankan syariah diawali oleh bank muamalat tahun 1992, kemudian terus tumbuh dan sekarang alhamdulillah bank-bank konvensional lain juga seperti BRI, BNI, Bank Jabar, Bank Mandiri sudah mengembangkan perbankkan syariahnya,” ujar dia.

Di Kota Tasikmalaya jumlahnya ada delapan bank syariah termasuk dua BPR syariah. Pengembangan usaha melalui sistem syariah, potensi keuntungannya cukup besar. “Sehingga dengan peluncuran Gres ini semua lembaga syariah baik itu perbankan, asuransi, lembaga pembiayaan, pegadaian dan lembaga-lembaga lainnya atau semua bisnis Islami lainnya akan bersinergi dalam semua kegiatannya akan membawa bendera Gres.

Wahyu menjelaskan perkembangan perbankan ekonomi syariah tidak akan mengancam laju pertumbuhan perbankan konvensional, walaupun dimungkinkan akan terjadi sebuah persaingan khususnya dalam hal pemberian layanan kepada masyarakat sebaik mungkin. “Nah jika itu yang terjadi justru masyarakat yang akan diuntungkan,” katanya. (hakri/dadang)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.