Pertumbuhan Penduduk Perlu Dikelola

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

BANJARNEGARA, (TubasMedia.Com) – Jumlah penduduk yang tidak terkendali dipastikan menimbulkan banyak persoalan. Pertumbuhan penduduk harus dapat dijaga dan dikelola dengan baik supaya cakupan pangan, kesempatan kerja, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya dapat terpenuhi untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara, Ny.Anggit Sutedjo pada acara “Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-Kesehatan tahun 2012”, yang dilaksanakan, belum lama ini, menambahkan keterbatasan bukan berarti tidak dapat berpartisipasi dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup.

“Dengan ikut serta menjaga pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) merupakan bentuk nyata peran serta di dalam melestarikan alam” katanya. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan semakin mempersempit lahan yang tersisa.

Melalui kegiatan ini Anggit berharap kaum perempuan mampu menjadi ujung tombak perubahan dengan menciptakan budaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Masyarakat Banjarnegara agar melakukan 3 R yaitu Reduce atau berhemat dengan mengurangi penggunaan bahan, Reuse atau bahan yang bisa merusak lingkungan, dan Recyle atau memanfaatkan barang dan mendaur ulang.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo dalam sambutannya mengatakan angka kematian bayi di Banjarnegara masih cukup tinggi. Berdasarkan data tahun 2011 angka kematian bayi 18,78 per seribu kelahiran hidup dan angka kematian ibu 74,29 per 100 ribu kelahiran hidup.

Upaya sosialisasi manfaat penjarangan kelahiran harus terus diupayakan. Sosialisasi dapat diprioritaskan kepada pasangan yang akan menikah atau baru menikah, pasangan dengan tingkat paritas rendah ataupun terhadap wanita muda untuk mencegah terjadinya kematian bayi sedini mungkin

Sutedjo menambahkan sosialisasi perlu dilakukan menyangkut pentingnya jarak kelahiran minimal dua tahun dan pengertian mengenai kualitas hidup anak. “Dengan memperpanjang jarak kelahiran maka perawatan dan pembinaan anak akan menjadi lebih lama dan relatif menjadi lebih baik” katanya. Sosialisasi dapat dilakukan oleh kader PKK, kader KB, tenaga kesehatan dan penyuluh KB. (christ)

Berita Terkait

Komentar

Komentar