Pertumbuhan Tanpa Pembangunan

oleh: Fauzi Azis

Ilustrasi

Ilustrasi

GROWTH Without Development mungkinkah hal ini terjadi? Jawabannya bisa saja terjadi karena posisi nilai output ekonomi yang hingga saat ini terjadi bukanlah sesuatu yang baru ada, tapi sebelumnya output ekonomi tersebut sudah dihasilkan sejak negara, dunia bisnis dan masyarakat melaksanakan aktivitas ekonomi.

Makanya, pertumbuhan itu bisa saja terjadi meskipun tidak selalu diiringi dengan kegiatan pembangunan. Artinya, kalau proses pembangunan dapat berjalan, akselerasi pertumbuhan pasti akan terjadi karena proses pelipatgandaan nilai tambah di masyarakat terus bergulir dan berproses.

Oleh sebab itu, yang kita kehendaki bersama dalam membangun kekayaan sebuah bangsa adalah kegiatan ekonomi di sepanjang waktu harus terus berproses dan harus menghasilkan pertumbuhan. Tanpa ada pertumbuhan berarti tidak ada proses pelipatgandaan nilai tambah di masyarakat. Tidak ada pelipat gandaan nilai tambah bisa dianggap pembangunan tidak berjalan atau tumbuh tanpa membangun.

Pada era otonomi daerah dan desentralisasi yang telah berjalan satu dasawarsa lebih penumbuhan output ekonomi yang diikuti dengan proses pembangunan harus terjadi di daerah. Apa yang terkesan oleh awam, di daerah meski terjadi pertumbuhan, belum diiringi dengan pelaksanaan pembangunan yang masif. Kegiatan ekonomi yang bersifat formal tidak banyak tumbuh, tapi kegiatan ekonomi non formal tumbuh bak jamur di musim hujan dan mereka tumbuh hampir tanpa ada arahan kebijakan dan progam, tapi lebih banyak disebabkan karena keadaan.

Inilah sejatinya yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan tapi tumbuh tanpa ada dukungan pembangunan yang berarti. Tanggung jawab para kepala daerah kedepan menjadi semakin penting agar masing-masing daerah semakin memilki komitmen yang tinggi untuk mengakselerasi pertumbuhan dengan lebih banyak melakukan pembangunan yang lebih terukur dan target untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas.

Para kepala daerah harus mulai terbuka dan terbiasa melakukan suatu perencanaan yang matang tentang pembangunan ekonomi daerah dengan spektrum yang lebih fokus tidak bersifat umum. PDRB menjadi ukuran penting. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi parameter yang lain.

Para kontributor PDRBnya masing-masing daerah sebagai penghela pertumbuhan harus sesuai dengan kompentensi inti daerahnya. Bisa disektor tradable maupun di sektor non tradable. Yang paling penting adalah roadmapnya jelas dan bisa dilaksanakan. Hampir tidak pernah terbaca oleh kita tentang kinerja pembangunan ekonomi daerah di media baik tulis maupun elektronik tentang capaian kinerja pembangunan di daerah baik itu PDRB, IPM maupun capaian-capaian yang lain.
Apapun alasannya, pertumbuhan ekonomi di daerah harus bisa tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Sumber daya ekonomi di daerah harus didayagunakan dan dikelola dengan sebaik-baiknya tanpa harus mengorbankan faktor daya dukung lingkungan. Belajar dari model pembangunan yang terjadi di Jakarta, daerah yang masih relatif memilki bentangan lahan yang luas harus mampu menata ruang dan menata gunakan tanah sedemikian rupa agar ketidak seimbangan daya dukung lingkungan tidak menjadi parah seperti di wilayah DKI Jakarta.

Pertumbuhan dan pembangunan adalah penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, tapi hidup sejahtera dan makmur jauh lebih nikmat bila penduduknya masih bisa menikmati udara segar. Sangat besar kemungkinannya akan terjadi eksodus besar-besaran orang yang hidup di kota-kota besar di Indomesia seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan kembali ke daerah asalnya bukan untuk mencari kekayaan lagi tapi hanya akan mencari hidup yang sehat.

Pembangunan daerah harus bisa merespon ini dan sekaligus tantangan ini. Trend ini harus secara cerdas dan tajam bisa diantisipasi karena bila hal tersebut tepat cara meresponya akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi juga. Potret baik-baik Singapura kalau mau membangun daerah yang menyehatkan, baik secara ekonomi, sosial, politik dan keamanannya.

Law and order harus menjadi acuan dalam membangun daerah untuk menghasilkan pertumbuhan yang menyehatkan. Membangun tanpa harus mengorbankan lingkungan. Green, space and peace harus menjadi mainstream pembangunan daerah. Jangan berlomba-berlomba membangun daerah dengan mengobral jualan sumber daya alam dengan izin-izin yang begitu gampang diterbitkan.

Jangan mudah mengubah-ubah tata ruang dan tata guna tanah seenaknya dengan berlindung atas nama pembangunan dan atas nama pertumbuhan ekonomi yang ujung-ujungnya bukan kualitas kehidupan yang kita dapatkan, tetapi kehancuran dan kepunahan generasi. Sampai hari ini kita belum dengar dan belum juga kita lihat tentang konsep pembangunan daerah yang berbasis keseimbangan.

Seimbang dan selaras antara pertumbuhan dan keadilan, seimbang dengan fungsi lingkungan hidup dan sebagainya. Yang terjadi hanyalah efoporia pembagian kekuasaan dan kewenangan serta realokasi anggaran. Belum pernah kita dengar seorang Gubernur/Bupati/Walikota beragumentasi tentang konsep pembangunan yang mainstreamnya lebih mengedepankan tentang pembangunan yang berkelanjutan secara komprehensif.

Kita tidak boleh menutup mata tentang pentingnya pembangunan yang berwawasan lingkungan, green economy, green industry, green city dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan agar membuat hidup kita sejahtera dan menyehatkan maka law and order harus menjadi acuan utama (tidak bisa ditawar tawar). Intensitas penggunaan lahan/tanah harus diatur secara tepat.

Memperhatikan cara-cara membangun yang tepat dan benar, cara hidup yang sehat dan menggunakan bahan-bahan lokal yang bisa didaur ulang. Mengembangkan fasilitas perumahan yang memenuhi syarat sosial, ekonomi, kesehatan/kebersihan, sesuai adat istiadat dan kebiasaan masing-masing masyarakat terutama bagi golongan berpenghasilan rendah. Mudah-mudahan para pembangunan masih ingat dengan Piagam Athena yang kira-kira memberikan suatu gideline bahwa untuk membangun suatu daerah atau kota seyogyanya dapat memenuhi 4 unsur, yaitu pemukiman, kerja, rekreasi dan transportasi. Sekarang ditambah ruang hijau.

Singapura berhasil menjalankan kaidah piagam athena tersebut secara taat azas dan Law and Order berhasil dijalankannya dengan baik. Akhirnya, yang harus kita wujudkan dalam kerangka pembangunan daerah kedepan adalah terwujud dan terpeliharanya kondisi politik, ekonomi, sosial dan kebuadayaan yang serasi untuk perkembangan seluruh masyarakat yang adil dan makmur, sehat bersisila, aman, tertib, tenteram dan sejahtera lahir batin.

Terciptanya lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan yang serasi dan harmonis dan tidak boleh saling memusnahkan karena alasan ekonomi. Inilah esensi pembangunan yang benar dan hakiki.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar