Perum Pegadaian Gelindingkan Kredit Kreasi

Laporan: Redaksi

Perum Pegadaian

Perum Pegadaian

TASIKMALAYA, (Tubas) – Sudah hampir enam tahun Perum Pegadaian menggelindingkan produk program Kredit Kreasi sebagai diversifikasi usaha andalannya di berbagai daerah di wilayah Jawa Barat. Melalui program Kredit Kreasi, Perum Pegadaian Singaparna Kabupaten Tasikmalaya telah mampu menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah. Kredit Kreasi membidik pangsa pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Perum Pegadaian merupakan perusahaan BUMN pemilik aset terbesar kedua setelah PT Pertamina. Program tersebut membuat Perum Pegadaian Singaparna berhasil meraih peringkat terbaik se-Indonesia dan telah menunjukkan eksistensinya sebagai suatu lembaga yang ikut meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil dengan tujuan mensejahterakan rakyat.

Kepala Humas dan Hukum Kanwil XI Perum Pegadaian Jawa Barat, Drs. Sasa Sayuti, M.Si, MH menjelaskan hal itu kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Perum Pegadaian Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, baru-baru ini.

Dalam pelaksanaan Kredit Kreasi dengan suku bunga 0,9 persen sistem flat, khususnya di wilayah Perum Pegadaian Singaparna, tentunya tidak semulus apa yang diharapkan. Perusahaan dihadapkan dengan persoalan kemacetan atau tunggakan kredit di masyarakat yang menjadi nasabah Perum Pegadaian Singaparna.

“Pada Februari 2011 tercatat tingkat kemacetan atau Non Performing Loan (NPL) di wilayah Perum Pegadaian Singaparna mencapai 12 persen. Ya, sedikit lebih baik dibandingkan NPL pada bulan Desember 2010 yang mencapai 25 persen,” katanya.

Besarnya dana kredit yang masih terhutang di nasabah (outstanding loan) mencapai hingga Rp 13 miliar itu, lanjut Sasa, menjadi faktor yang mempengaruhi kelancaran perguliran Kredit Kreasi kepada masyarakat.

“Maka kita harus berupaya menekan kemacetan dengan cara persuasif sesuai aturan yang berlaku. Satu di antaranya penyitaan aset nasabah, di samping melakukan pembinaan peningkatan usaha yang sedang dijalankan nasabah,” katanya.

Dana Kredit Kreasi yang digulirkan kepada masyarakat bisa mencapai hingga Rp 100 juta dengan agunan antara lain dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) asli dan surat berharga lainnya. (dadang)

Berita Terkait

Komentar

Komentar