Perundingan Islah Golkar Belum Capai Titik Temu

ilustrasi-golkar-retak

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono telah selesai menggelar perundingan yang digelar kemarin. Perundingan yang berlangsung sekitar dua jam itu belum bisa menyepakati soal sikap partai di dalam barisan Koalisi Merah Putih (KMP).

“Kita masih berkutat soal visi politik,” ujar Juru Runding dari kubu Munas IX Jakarta, Andi Mattalata di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat (Kamis, 8/1/2015).

Dia menjelaskan, kedua kubu hasil Munas IX Jakarta yang dipimpin Agung Laksono maupun Munas IX Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) menyepakati bahwa Golkar bakal menjadi mitra kritis pemerintah. Namun, kubu Ical menginginkan dukungan kepada pemerintah diberikan lewat hubungan koalisi, sementara kubu Agung bersikukuh agar Golkar menjadi kekuatan politik sendiri. “Cuma di sana mengatakan hubungannya koalisi per koalisi. Kalau kami tidak karena belum tentu kepentingannya sama,” beber Andi.

Menurutnya, meski menjadi pendukung pemerintah bukan berarti Golkar harus berada di dalam pemerintahan. Begitu pula, urusan mendukung pemerintah tidak perlu melibatkan partai lain. “Membantu sendiri-sendiri atau membantu dalam koalisi. Kalau kita jangan membawa-bawa partai lain, intinya Golkar ingin mandiri,” jelas Andi.

Selain itu, kedua kubu juga belum menyepakati susunan kepengurusan DPP Golkar untuk lima tahun ke depan. Kedua kubu menafsirkan bahwa struktur kepengurusan yang sama-sama diajukan ke Kemenkum HAM beberapa waktu lalu adalah sah sebagai subjek hukum. “Ini bagaimana menafsirkan surat menteri yang mengatakan tidak terdaftar. Keluar lisan, yg terdaftra adalah munas riau. Tapi bagi kami ini kan sudah dimatikan di Bali dan dimatikan di Ancol,” kata Andi.

Untuk itu, kedua kubu bakal kembali menggelar perundingan ketiga pada pekan depan. “Mungkin penyelesaian, mau munas atau apa terserah. Semangat kami adalah islah,” pungkasnya. (nisa)

Berita Terkait