Pesantren Jadi Pemberdaya Industri Kecil Menengah dan Ekonomi Masyarakat

PRASASTI - Menteri Perindustrian Saleh Husin menandatangani prasasti peresmian gedung belajar Al-Aqsa di Pesantren Modern Darul Mukhlisin di Desa Tenjolaut, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Sabtu (25/6/2016). Acara ini dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Menperin ke pabrik kain rajut dan brokat PT Sinar Para Taruna (Sipatatex group).-ist/tubasmedia.com

PRASASTI – Menteri Perindustrian Saleh Husin menandatangani prasasti peresmian gedung belajar Al-Aqsa di Pesantren Modern Darul Mukhlisin di Desa Tenjolaut, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Sabtu (25/6/2016). Acara ini dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Menperin ke pabrik kain rajut dan brokat PT Sinar Para Taruna (Sipatatex group).-ist/tubasmedia.com

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung Barat, Menteri Perindustrian Saleh Husin berkunjung ke Pesantren Modern Darul Mukhlisin di Desa Tenjolaut, Cikalong Wetan, Bandung Barat untuk meresmikan gedung belajar Al-Aqsa.

Menperin mencermati, pesantren  memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pengembangan industri kecil dan menengah. Peran lainnya ialah menumbuhkan wirausaha baru yang gigih, pekerja keras, memiliki jejaring luas dan terampil.

“Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang mandiri dan menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat, pesantren memiliki peran sebagai agen pembangunan SDM. Sehingga, pesantren dapat mendidik wirausaha baru melalui pelatihan serta penyebaran informasi bisnis dan teknologi di pesantren,” kata Menperin di desa Tenjolaut, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (25/6/2016).

Selain itu, keberadaan pesantren juga dapat berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Menilik lahan yang luas, ujar Menperin, memungkinkan pengembangan industri olahan pangan dan industri kecil menengah lainnya yang melibatkan siswa pesantren dan masyarakat sekitar.(ril/sabar)

 

Berita Terkait