Petambak Garam Bentuk Koperasi

041114-usaha5

SURABAYA, (tubasmedia.com) – Petambak garam di Surabaya, Jawa Timur perlu membentuk koperasi. Melalui koperasi, petambak garam akan mendapatkan kemudahan akses komunikasi antara petambak dan penampung garam.

Walikota Surabaya menyampaikan ajakan itu saat melakukan panen raya garam bersama petambak garam di tambak garam kawasan Romokalisari, Surabaya. “Petambak garam tidak bisa menjalin hubungan baik dengan perusahaan jika masih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, perlu wadah bagi petani garam,” katanya, Senin (3/11).

Panen raya garam menjadi momentum bagi para petambak garam untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi kepada wali kota. Saat berdialog, cukup banyak dari mereka yang menyampaikan keluh kesah dan pertanyaan kepada wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, Djoestamadji berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti arahan wali kota. Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM perihal pembentukan koperasi bagi petambak garam.

Paguyuban Petani Garam menyampaikan penerapan teknik membuat produktivitas garam rata-rata mencapai 120-150 ton per hektar dengan harga Rp 400-450 per kilogram. Kualitas garam yang dihasilkan pada masa panen kali ini jauh lebih bersih dan lebih baik. (sis)

Berita Terkait

Komentar

Komentar