Petani Aron di Berastagi Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

img_20161117_065939ed-1-j

BERASTAGI, (tubasmedia.com) – Bertempat di Jalan Veteran Berastagi Kamis-Jumat, 17-18 November 2016, ratusan petani “aron”  mendapat sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan  dari Kantor Cabang Perintis Karo . Sejak pagi pukul 06.30 Wib, para petani harian lepas (aron), tampak memadati ruas jalan Veteran Berastagi, sambil menunggu orderan pekerjaan dari pelaku usaha agribisnis yang akan mempekerjakan mereka di wilayah pertanian Karo.

Diselaa keramaian para petani aron, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Karo, Sanco Simanullang ST MT memberikan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan program program BPJS Ketenagakerjaan secara langsung kepada petani. Selama ini kawan kawan petani aron belum mendapat penjelasan secara  khusus,” katanya.

Petani aron merupakan petani pekerja harian lepas, yang bekerja ke sejumlah kebun dan ladang pertanian di Karo. Cara transaksinya adalah para tenaga aron menunggu calon pemberi kerja di ruas jalan Berastagi pagi hari.

Apabila pemberi kerja dengan petani aron sudah sepakat harga dan pekerjaan, lantas mereka akan diangkut  dengan upah harian berkisar Rp 70 ribu per hari.  Jumlah petani aron ini cukup banyak.

“Mereka belum ada perlindungan Kecelakaan. Cukup rentan, tetapi yang bertanggungjawab saat musibah belum tahu. Ini butuh perhatian kita bersama,” ungkap Manullang seraya mengajak pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya peduli nasib petani aron.

Jika sebelumnya Jamsostek lebih pada pekerja di pabrik, kini masyarakat sektor informal  termasuk petani aron pun dapat mendaftar secara mandiri.

Para Pekerja bukan penerima upah seperti petani  dengan hanya membayar Rp 16.800/bulan, maka akan mendapatkan hak hak yang sama apabila bekerja diperusahaan. “Haknya sama dengan pekerja di perusahaan,” katanya lagi.

Sementara itu salah seorang pedagang “mie gomak” boru Sinambela merasa senang mendapat penjelasan BPJS Ketenagakerjaan secara langsung.

“Dulu waktu di Batam, aku pernah dapat jamsostek. Sudah kucairkan. Aku tak tahu saat ini petani atau pedagang sudah bisa ikut BPJS Ketenagakerjaan. Kukira hanya kerja pabrik dan di perusahaan saja yang bisa ikut,” katanya .

Ia mengaku sangat tertarik dan akan segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan.  Hitung hitung menabung di hari tua. “tak mampu lagi awak kerja, uang tersebut bisa dicairkan saat awak gak kerja lagi, ya kan pak?,” katanya.

“ Aku lupa bawa KTP, besok kubawa untuk pendaftarannya, tapi aku aja dulu ya, suamiku nanti saja menyusul,” jelas boru Sinambela. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar