Petani Cabe Sulit Mendapat Suntikan Dana

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (TubasMedia.Com) – Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, petani cabe mengalami kesulitan mendapatkan suntikan modal usaha karena persyaratan bank yang memberatkan. Satu di antara persyaratan itu petani harus menunjukkan MoU (kerjasama) dengan perusahaan yang siap menampung cabai.

Selain itu, petani juga mengalami hambatan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan, karena syarat mutlak yang harus dilaksanakan jenis bibit ditentukan oleh perusahaan dengan harga mahal namun hasilnya sedikit.

Menyadari kenyataan itu Pemkab Tasikmalaya akan melakukan upaya-upaya strategis agar perbankan tidak mempersulit dalam menggulirkan modal usaha kepada petani. Pemkab bahkan akan menebus kepada perusahaan-perusahaan besar agar tidak menekan petani cabai di Kabupaten Tasikmalaya. “Kami pun akan mengundang BJB (Bank Jabar-Banten) untuk meciptakan jalan terbaik menjawab kesulitan para petani cabai di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Uu.

Ahmad Yani, Ketua Gapoktan Cabai “Raksa Tani” Desa Raksasari Kecamatan Taraju, Tasikmalaya Selatan kepada Tubas, pekan lalu, mengatakan sedikitnya ada 150 hektar tanaman cabe, hanya 30% atau sekitar 40 hektar saja yang dapat dipanen. Lantaran itu, petani Cabe mendapat suntikan dana dari bank untuk biaya pengolahan dan tanaman bibit cabai di lahan perkebunan milik masyarakat.

“Selebihnya kebun cabe terbengkalai, para petani tidak panen, setelah cukup lama didera musim kemarau dan meningkatnya hama pengrusak tanaman. Kerugian para petani mencapai sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Ahmad. (hakri)

Berita Terkait

Komentar

Komentar