Petani di Paranginan Senang Menggeluti Tanaman Bawang Putih dan Bawang Merah

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Anjloknya harga beberapa  jenis sayur sayuran seperti sayur keriting, sayur pahit dan lainnya di saat masa Pandemi Covid 19 di seputar Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara, sangat berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Bahkan sebagian petani tidak memanen hasil tanamannya lagi karena tidak laku dijual di Pasar Lintongnihuta dan Pasar Siborong-borong, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Keadaan tersebut membuat petani mulai beralih ke jenis tanaman lain yang memiliki nilai jual menggiurkan untuk menopang perekonomian masyarakat, seperti bawang merah dan bawang putih.

Sebenarnya di samping bertani kopi sebagai tanaman utama yang sudah termasyhur sejak dulu, kami juga selalu menanam sayur-sayuran dan  cabai serta tomat untuk membantu penghidupan keluarga dan hasilnya cukup menjanjikan.

‘’Tetapi saat ini hampir semua sayur-sayuran anjlok harganya bahkan tidak laku dijual di pasar sehingga berdampak kerugian yang cukup besar bagi masyarakat petani saat Pandemi Covid 19,’’ kata Ketua Kelompok Tani Saut Gabe, Jahormat Rajaguk-guk saat ditemui tubasmedia.com di ladang kelompoknya di Batu Gaja Desa Paranginan Utara, Selasa 14/7.

Untuk itu para petani beralih menanam bawang merah dan bawang putih menyusul adanya bantuan bibit bawang kepada Kelompok Tani Saut Gabe melalui Dinas Pertanian Humbang Hasundutan.

Kami berharap ke depan, program Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor untuk pengembangan bawang merah dan bawang putih tetap berlanjut agar kehidupan petani semakin sejahtera.

Menyoal tentang perawatan bawang merah, Jahormat mengaku selalu dipandu PPL pertanian Kecamatan Paranginan. “Kami diberi petunjuk dan arahan dari PPL bagaimana tentang perawatannya,”terangnya.

Di tempat terpisah, Koordinator PPL Kecamatan Paranginan, Mona Hutasoit membenarkan jika mereka dari PPL Pertanian selalu memberikan bimbingan tentang perawatan mulai dari penanaman, pemupukan dan penyemprotan.

Mona Hutasoit juga mengaku selain Kelompok Tani Saut Gabe, masih ada kelompok lain yang menanam bawang seperti Kelompok Tani Sepadan di desa Paranginan Utara dan beberapa kelompok lain di Desa Sihonongan. ‘’Hasilnya cukup bagus’’, terangnya.

Kecamatan Paranginan yang terdiri dari 11 Desa mayoritas penduduknya petani kopi. Hampir setiap keluarga memiliki tanaman kopi.

Sebenarnya, kopi merupakan komoditi ekspor dengan kwalitas yang sangat terkenal dari daerah itu dengan sebutan kopi Lintong. Meski demikian tanaman sayur mayur sangat potensial sehingga masyarakat menggelutinya.

Namun, beberapa bulan terakhir penghasilan masyarakat yang berasal dari tanaman holtikultura merosot tajam, bahkan kebanayakan petani tidak memanen hasil tanamannya sehingga masyarakat memilih bertanam bawang merah, bawang outih serta jagung seperti yang dianjurkan Pemkab Humbahas. (edison ompusunggu)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar