Petani Grobogan Terancam Kekurangan Pupuk Urea

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

GROBOGAN, (TubasMedia.Com) – Kuota pupuk urea petani di Kabupaten Grobogan pada musim tanam tahun 2013 ini terancam kekurangan. Pasalnya Urea Pink yang merupakan satu-satunya jenis pupuk bersubsidi, pemerintah menurunkan alokasinya untuk para petani 69.000 ton dari sebelumnya 81.192 ton.

“Penurunannya mencapai 12.000 ton. Di samping itu, besaran angka alokasi yang telah ditetapkan di bawah daya serap tahun 2012, sebesar 77.330 ton. Ini jelas merupakan ancaman bagi petani yang dalam setiap musimnya selama ini masih menggantungkan Urea Pink (pupuk bersubsidi) untuk meningkatkan produktivitas usaha taninya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura, Kabupaten Grobogan, Ir Edy Sudaryanto MM melalui Kabid Sarana & Prasarana, Nasrun SP baru-baru ini.

Nasrun menyebut penurunan angka alokasi pupuk bersubsidi tahun ini, dialami oleh semua daerah yang ada di Jateng, karena salah satu penyebabnya, katanya juga menurunnya angka alokasi pupuk bersubsidi bagi daerah Jateng yang pada tahun 2012 sebesar 950 ribu ton, pada tahun 2013 ini turun menjadi 790.000 ton.

Karenanya, dia minta para petani di daerah Kabupaten Grobogan tak perlu kecewa. Pasalnya, selain menurunnya alokasi pupuk bersubsidi ini juga terjadi daerah lain, juga pihak Pemprov dalam hal ini memberikan kesempatan kepada daerah-daerah yang mengalami kekurangan untuk mengajukan alokasi tambahan kepada gubernur.

“Para petani tak perlu khawatir akan kekurangan pupuk pink, karena kita masih diberi kesempatan untuk mengajukan alokasi tambahan kalau memang kenyataannya benar-benar kurang,”ujar Nasrun seraya mengatakan, untuk mengetahui perlu tidaknya mengajukan alokasi tambahan, baru bisa diketahui setelah pertengahan tahun 2013 mendatang.

Tentang ketersediaan pupuk jenis Urea Pink untuk para petani di daerah Kabupaten Grobogan tahun 2013 ini, menurut Kepala Pemasaran PT Pusri, Grobogan, Hendro Winoto, lebih dari cukup. “Stok pupuk pink di dua gudang milik perusahaan kami di Kota Purwodadi lebih dari cukup. Bahkan, kami juga menyiapkan stok cadangan untuk memenuhi alokasi tambahan,” ujar Hendro seraya menyebut jumlah pupuk yang telah ditebus oleh para petani hingga 17 Januari 2013 kemarin sudah mencapai 2.450 ton, dari target sebanyak 3.327 ton hingga akhir Januari 2013, Ungkapnya. (sofi)

Topik :

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.