Petani Menjerit harga Gabah Merosot

petani-bangli-25

 BOJONEGORO, (tubasmedia.com) – Petani menjerit lantaran harga gabah hasil panen tahun ini terus merorot. Petani Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengharapkan harga gabah bisa tetap stabil.

Sukir, seorang petani di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, pasca panen terakhir, harga gabah terus merosot. Harga gabah yang semula Rp 3.500 per kilogram dalam sebulan terakhir ini turun menjadi Rp 3.200. Angka itu turun lagi menjadi Rp 3.000 bahkan sempat merosot sampai Rp 2.800 per kilogram.

” Pada awal musim panen harga jual gabah masih Rp 4.200. Masuk panen raya, harga anjlok Rp 3.500, turun lagi men jadi Rp 3.200 per kilo dan sekarang ada pada kisaran Rp 3.000 per kilonya,” katanya, Rabu (6/5/2015).

Akibat terus anjloknya harga jual gabah hasil panen, petani merugi dan tidak cukup untuk membiayai musim tanam kedua. “Kalau normal, satu hektar lahan sawah mampu menghasilkan 7-8 ton gabah,” ungkapnya

Saat ini lahan persawahan di wilayah Bojonegoro yang panen padi hampir habis. Tercatat sebanyak 103 ribu hektar lahan sawah di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo dan di daerah lainnya mulai tanam padi kedua. (rel/siswoyo)

Berita Terkait

Komentar

Komentar