Site icon TubasMedia.com

PGI: Perlu ada Sinergi antar Lembaga Melawan Pelaku Teror

JAKARTA, (tubasmedia.com) -Teror bom bunuh diri makin lama makin marak, seolah tak bisa dihentikan. Bahkan yang paling memprihatinkan teror selalu berdekatan dengan momen hari raya keagamaan.

Selain makin sering, teror juga seolah makin terencana dengan cakupan kian luas di seluruh dunia. Tiga hari terakhir, bom bunuh diri terjadi di tiga wilayah di Arab Saudi dan kemarin di Markas Kepolisian Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.

Dalam pandangan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), teror yang terjadi di Solo dan Arab Saudi, juga sebelumnya Turki dan Paris serta tempat lainnya di benua lain, pasti memiliki kaitan.

“Ini merupakan satu rangkaian teror yang direncanakan dan dilakukan oleh kelompok yang sama,” kata PGI lewat Kepala Humasnya, Jeirry Sumampow.

Mengamati fenomena ini, PGI memandang perlu ada sinergi antar lembaga untuk melawan pelaku teror.

Perang terhadap terorisme harus dilakukan secara bersama, tidak saja oleh pemerintah, tapi juga oleh lembaga agama dan kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Begitu juga, PGI melihat bahwa terorisme ini harus ditangani secara lintas negara. Karena itu, PGI mendorong agar Pemerintah Indonesia mendorong dan menggagas percakapan internasional untuk membicarakan strategi bersama seluruh dunia untuk melawan terorisme.

PGI juga menyerukan agar masyarakat tidak takut dan tetap tenang. Masyarakat jangan pernah kalah oleh terorisme, bahkan harus melawannya.

PGI pun mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H kepada seluruh umat Islam di Indonesia. PGI berdoa agar umat Islam diberi ketenangan dan kedamaian dalam merayakan Idul Fitri tahun ini.

PGI juga berharap Idul Fitri kali ini bisa menjadi momentum bagi seluruh umat beragama untuk semakin meneguhkan kerukunan dan toleransi dalam kehidupan antar umat beragama di Indonesia. (red)

Exit mobile version