PGRI Tata Ulang Lembaga Pendidikannya

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

SEMARANG, (TubasMedia.Com) – Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menggelar rakornas bersama Yayasan Pendidikan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI, perguruan tinggi (PT) PGRI, serta pendidikan dasar menengah (Dikdasmen) PGRI, di Kampus IKIP PGRI Semarang, selama dua hari Sabtu (30/3) dan Minggu (31/3). Sebanyak 87 perwakilan dari seluruh Indonesia, hadir di Kampus Jalan Lontar, Semarang.

Menurut Ketua Umum Sulistyo, rakor diadakan untuk menata kembali lembaga pendidikan di bawah naungan PB PGRI. ”Lembaga pendidikan di bawah PGRI itu sangat banyak. Terdiri atas 3.652 sekolah dan 54 PT yang semuanya tersebar di Indonesia. Itu belum ditambah jumlah TK/PAUD yang pertumbuhannya luar biasa cepat,” kata anggota DPD asal Jawa Tengah ini.

Dia mengemukakan, pesatnya pertumbuhan lembaga pendidikan, menjadikan PB PGRI berkeinginan menata ulang. Prinsipnya juga sederhana, mereka malu apabila organisasi pendidik sekelas PGRI tidak bisa mengurus lembaga pendidikan dengan bagus. Selain itu, menjadi keharusan lembaga pendidikan di bawah PGRI, unggul di tengah ketatnya persaingan.

”Yang akan kami tata adalah sistem dan mekanisme. Bagaimana nanti bisa memberi keleluasaan lembaga supaya bisa bertumbuh kembang baik sesuai kondisi masing masing,” ujarnya.

Namun, menurut Sulistyo, penataan ulang sistem kelembagaan tidak boleh keluar dari koridor hukum dan perundang-undangan. IKIP PGRI Semarang menjadi satu contoh lembaga yang diunggulkan. Kampus yang berdiri sejak tahun 1981 itu, kini diusulkan menjadi model lembaga pendidikan organisasi profesi tingkat ASEAN.

Pada kesempatan itu, ia juga membacakan AD/ART PGRI untuk landasan mencari rumusan dalam rakornas. Hasil dari rakornas akan dibawa ke Kongres PGRI di Jakarta yang akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, pada 1-5 Juli mendatang. (red/anthon)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.