PLB Tingkatkan Daya Saing Industri

BAHAN BAKU INDUSTRI -Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memperhatikan kapas yang akan digunakan sebagai bahan baku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ketika mengunjungi Pusat Logistik Berikat (PLB) Kapas di Cikarang Dry Port (CDP), Bekasi, Jawa Barat, 23 September 2016. –tubasmedia.com/ist

BAHAN BAKU INDUSTRI -Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memperhatikan kapas yang akan digunakan sebagai bahan baku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ketika mengunjungi Pusat Logistik Berikat (PLB) Kapas di Cikarang Dry Port (CDP), Bekasi, Jawa Barat, 23 September 2016. –tubasmedia.com/ist

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pusat Logistik Berikat (PLB) mampu mengurangi beban biaya logistik dan mendekatkan bahan baku industri. Manfaat ini yang juga akan mendorong peningkatan daya saing industri nasional. Selanjutnya semua komoditas pangan dan industri terkait yang membutuhkan akan masuk dalam skema PLB ini.

“PLB bisa menghemat biaya logistik bagi industri sebesar 5-7 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi narasumber pada Dialog Interaktif Implementasi Paket Kebijakan Ekonomi di Pusat Logistik Berikat (PLB) PT Gerbang Teknologi Cikarang, Cikarang Dry Port (CDP), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016).

Dialog yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Ekonomi Melalui Kehadiran Pusat Logistik Berikat” itu juga menghadirkan nara sumber lain, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Deputi V Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

Airlangga menyampaikan bahwa pembentukan PLB merupakan salah satu amanat dari paket kebijakan ekonomi jilid II yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Dalam kebijakan tersebut, Pemerintah memberikan kemudahan bagi barang-barang impor yang disimpan di PLB mendapatkan fasilitas insentif berupa penangguhan bea masuk dan pajak impor selama tiga tahun.

“Selain itu, mempersingkat waktu transit dan mengurangi resiko kerusakan akibat perpindahan barang,” ujarnya.

PLB akan membantu industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengambil barang secara ritel. “Sekarang bisa menbeli secara eceran sehingga membantu IKM, yang dulunya mereka memanfaatkan PLB yang ada di Malaysia dan Singapura, sekarang sudah mulai beralih ke Indonesia,” ungkap Airlangga.

Disamping itu, manfaat lainnya adalah, terjaminnya kapasitas pasokan bahan baku, waktu proses produksi lebih cepat, dan mengurangi kebutuhan inventarisasi perusahaan,” tambahnya.(sabar)

 

Berita Terkait