Politik Gonjang-ganjing, Nilai Tukar Rupiah Melemah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Memasuki pekan yang baru, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dalam tren melemah. Dolar kembali menembus kisaran Rp 12.200.

Berdasarkan data Reuters, dolar AS saat ini diperdagangkan di posisi Rp 12.220. Menguat dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, yaitu Rp 12.160.

Menurut riset Woori Korindo Securities Indonesia hari Senin (6/10), ada faktor global dan domestik yang mempengaruhi kinerja rupiah. Dari faktor global, investor masih memperhatikan potensi kenaikan suku bunga di AS, sehingga cenderung melepas aset-aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara faktor dalam negeri, pelaku pasar mencermati perkembangan politik yang masih kurang kondusif. Investor melihat friksi antara pendukung presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Koalisi Merah Putih akan berlangsung dalam jangka panjang.

“Kurang dari tiga minggu sebelum pelantikan Jokowi, rupiah masih melemah. Ini terjadi karena situasi politik yang belum kondusif. Rupiah bisa terus melemah jika tidak ada terobosan politik,” tegas periset Woori Korindo Securities.
Sedangkan riset Daewoo Securities Indonesia menyebutkan, depresiasi rupiah akan mempengaruhi kinerja emiten di pasar modal dan perekonomian secara keseluruhan. “Faktor ini menjadi hambatan dan penunda pemulihan makro ekonomi Indonesia,” sebut riset itu.

Di sisi politik, Daewoo Securities menilai, ketidakharmonisan Jokowi dengan parlemen juga akan menjadi perhatian pelaku pasar. “Kami percaya Jokowi tidak akan mampu mendorong kebijakan reformasi ekonomi ke depan tepat waktu, setelah pelantikannya pada 20 Oktober,” demikian hasil riset tersebut.

Daewoo Securities memperkirakan kondisi yang tidak pasti ini baru akan mereda pada semester II-2015. “Oleh karena itu, kami menyarankan investor untuk mengambil pendekatan investasi yang konservatif,” ujar riset itu. (red/anthon)

Humbanghas
Humbanghas
Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar