Ponorogo Gelar Kesenian Tradisional di TMII

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Anjungan Jawa Timur (AJT) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), baru-baru ini, menampilkan pagelaran aneka tari campur sari dari Kabupaten Ponorogo. Kepala AJT, Hendry Soenar Handoko SE, MH menjelaskan pagelaran itu sebagai wujud budaya yang berupa nilai-nilai, gagasan-gagasan, pikiran-pikiran dan adat istiadat yang bersifat abstrak yang dituangkan dalam bentuk sastra, dongeng, cerita rakyat dan kesenian.

“Kesenian tradisional khas Kabupaten Ponorogo reog diciptakan, besar dan menjadikan Kota Ponorogo sebagai tempat lahirnya kesenian reog,” kata Hendry kepada tubasmedia.com di ruang kerjanya.

Reog mulai bisa hidup serta berkembang dilihat dari banyaknya sanggar-sanggar kesenian reog di Kabupaten Ponorogo. Reog sudah memperlihatkan ciri-ciri yang khas atas kepribadiannya dan corak daerah. Kesenian ini di Ponorogo menjadi satu-satunya kesenian kebanggaan yang sangat digemari oleh segenap lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Wisatawan selalu menuntut bahwa untuk dapat meyaksikan pementasan reog bukan pada saat-saat tertentu saja. Pementasan kesenian reog dapat disaksikan pada hari-hari tertentu semisal pada saat festival yang diadakan pada acara grebek suro setahun sekali dan pementasan kesenian reog yang ditampilkan pada saat-saat tertentu saja.

Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Ponorogo mengembangkan kesenian reog menjadi tujuan utama wisata yang dituangkan ke dalam kebijakan-kebijakan seperti kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata yang profesional yang berisi tentang pendidikan dan standarisasi. (audy)

Berita Terkait

Komentar

Komentar