Posko Gempa Tarutung Dibuka Selama Dibutuhkan

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan membuka posko penanggulangan gempa Tarutung selama dibutuhkan. Sementara itu, pendataan jumlah bangunan dan tingkat kerusakannya, akibat gempa Selasa (14/6) lalu itu, akan diupayakan tuntas minggu depan.

Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing di Tarutung, yang dihubungi tubasmedia.com dari Jakarta, Kamis (16/6) malam, mengemukakan, pendataan secara tuntas diperlukan agar data yang diperoleh sungguh-sungguh sesuai dengan kenyataan di lapangan. Hal itu diperlukan untuk mencegah munculnya protes dari korban gempa. Lantaran itu pula, Pemkab Tapanuli Utara belum dapat memperkirakan jumlah kerugian akibat gempa tersebut.

Bupati Torang, yang biasa dipanggil Toluto, mengatakan, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan. Selain dari Pemkab Taput, masyarakat, dan pengusaha setempat, bantuan diterima dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Menko Kesra Agung Laksono. Menko Kesra meninjau lokasi bencana, Rabu, dan menginap semalam di Tarutung.

Merujuk pada pemberitaan media massa, gempa tersebut terjadi dua kali Selasa lalu, yakni pada pukul 07.08 dan 10.01 WIB. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 376 bangunan, sebagian besar rumah, rusak parah dan ringan. Kerusakan terparah di Kecamatan Pahae Jae dan Simangumban.

Menurut Toluto, bantuan pangan bagi korban gempa yang mengungsi masih diberikan. Posko penanggulangan akan dioperasikan selama masih dibutuhkan oleh warga. Demikian pula dengan tim kesehatan, diterjunkan langsung ke lokasi bencana.

Mengenai kondisi para korban, terutama yang mengungsi di tenda-tenda, menurut Torang, dalam keadaan baik. Ia juga memuji para korban yang tetap sabar dan mengikuti petunjuk tim penanggulangan, yang sejak hari pertama sudah berada di lapangan. (emt)

Berita Terkait

Komentar

Komentar