PPN BM Nol Persen

Oleh: Sabar Hutasoit

Ilustrasi

Ilustrasi

PENGEMBANGAN kendaraan angkutan umum murah diintegrasikan dengan pengembangan Low Cost & Green Car atau disingkat dengan LCGC yang artinya secara gamblang adalah mobil dengan harga murah tapi ramah lingkungan, yang memang saat ini tengah berjalan.

Diprediksi, mobil harga murah dan ramah lingkungan itu sudah akan diluncurkan tahun 2012 yang kapasitas mesinnya dari 660 cc hingga 999 cc dan kapasitas mesin 1.000 cc hingga 1.200 cc.

Kendaraan bermotor roda empat jenis pick up yang kapasitas mesin 660 cc akan dirancang dengan konsumsi bahan bakar 25 km/liter dengan perkiraan harga jual antara Rp 60 juta hingga Rp 70 juta/unit. Perkiraan harga ini dibuat berdasarkan sejumlah strategi, misalnya PPn-BM (pajak penjualan barang mewah) nol persen, pajak pertambahan nilai (PPN) juga nol persen sementara pajak KBM bervariasi antara nol hingga lima persen.

Selain itu juga kandungan manufakturing lokal sebesar 80 persen dalam waktu lima tahun dan industrinya pun dijalin melalui kerjasama dengan industri lokal pada proses perakitan. Sementara itu akan diberi insentif berupa BMDTP (bea masuk ditanggung pemerintah) untuk bahan baku dan komponen yang belum dibuat di Indonesia.

Akan halnya mobil berkapasitas 660 cc-999 cc, konsumsi bahan bakar 22 km/liter dengan jenis kendaraan 4×2 yang diperkirakan harga jualnya antara Rp 80 juta hingga Rp 90 juta. Insentif yang diberikan pemerintah untuk jenis ini adalah PPn-BM nol persen sementara PPN lima persen.

Segmentasi lainnya yang berkapasitas 1.000 cc – 1.200 cc konsumsi bahan bakarnya 20 km/liter dengan perkiraan harga antara Rp 90 juta – Rp 100 juta. Untuk kelas ini pemerintah akan memberikan insentif berupa 2,5 persen untuk PPn-BM dan lima persen untuk PPN.

Selama ini, kendaraan bermotor roda empat (KBM R4) yang diproduksi di dalam negeri adalah jenis angkutan penumpang dengan kapasitas mesin di atas 1.000 cc yang terdiri dari sedan, MPV 4×2 dan SUV 4×4 dan untuk angkutan barang terdiri dari truk dengan kapasitas mesin di atas 1.000 cc.

Total produksi KBM R4 tahun 2010 mencapai angka 702.508 unit terdiri dari 51 persen MPV 4×2. Angka ini menunjukkan bahwa terdapat segmen pasar yang sangat besar untuk kendaraan MPV dan pick up sehingga belum menyentuh kendaraan berkapasitas mesin di bawah 1.000 cc.

Untuk itulah, untuk KBM R4 jenis MPV dan pick up dengan kapasitas mesin di bawah 1.000 cc kini sedang dikembangkan di dalam negeri.

Untuk mendukung program mobil murah LCGC tersebut akan ditempuh berbagai strategi seperti merevisi PP No 43/2003 tentang PPn BM kendaraan bermotor tahun 2011 serta pengurangan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama (BBN) di daerah sebesar 50 persen dari yang berlaku. ***

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar