Premium Dihapus ? Mafia Minyak Untung

291214-nas1

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya’roni, mengkhawatirkan rencana pemerintah menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium atau RON 88.

Menurut dia, rencana tersebut hanya akan menguntungkan mafia minyak. Lantaran, BBM jenis Pertamax atau RON 92 menjadi semakin tinggi karena PT. Pertamina tidak mampu memproduksi sesuai kebutuhan.

“Meningkatnya impor dipastikan akan menguntungkan mafia minyak,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/12/2014).

Menurut Sya’roni, Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) yang diketuai Faisal Basri tidak peka atas penderitaan masyarakat. Setelah menaikkan harga Premium Rp 2.000 per liter, jenis BBM itu malah akan dihapus.

Kenaikan Premium berdampak pada meroketnya sejumlah harga kebutuhan pokok. Terlebih, jika Premium sudah ditarik peredaraannya dari pasaran.

“Faisal Basri seakan tidak memiliki sensitifitas kerakyatan. Saat ini rakyat masih terpuruk akibat kenaikan BBM. Harga-harga kebutuhan pokok juga masih membumbung tinggi,” jelasnya.

Roni berpandangan, awalnya rakyat antusias dengan penunjukkan Faisal Basri sebagai Ketua TRTKM. Bahkan Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan tujuan pembentukan tim tersebut, diantara kerja utamanya adalah memberantas mafia minyak.

Akan tetapi kini hanya menjadi harapan kosong dengan akan dihapuskannya Premium, karena rakyat harus siap-siap menerima harga minyak yang lebih mahal lagi. Selain itu diindikasi tim tersebut telah berubah fungsi menjadi marketing neolib yang menggelar memberikan ruang kepada SPBU-SPBU asing untuk pelan-pelan menggeser dominasi SPBU Pertamina.

“Tim kebanggaan Menteri ESDM Sudirman Said terbukti gagal membongkar mafia minyak,” jelasnya.

Lebih lanjut Roni mengatakan apabila kebijakan tersebut dijalankan, maka SPBU-SPBU asing akan semakin merajalela karena SPBU Pertamina sudah tidak memiliki Premium yang selama ini menjadi momok bagi SPBU asing. Selain itu yang dikhawatirkan apabila pemerintah mengalihkan subsidi BBM ke jenis Pertamax, hal ini hanya akan menguntungkan para pemilik kendaraan mewah dan kalangan menengah keatas.

“Mantinya akan menikmati subsidi dari negara, lagi-lagi subsidi akan dinikmati orang kaya,” tutup Roni sambil menyesalkan.(nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar