Presiden Baru

Oleh: Edi Siswoyo

ilustrasi

HARI Selasa 22 Juli 2014 Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi mengumumkan hasil pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) 9 Juli lalu. Presiden terpilih ditetapkan. Keberhasilan tersebut kita harapkan bisa segera diikuti rekonsiliasi nasional untuk mewujudkan transisi kekuasaan secara damai pada 20 Oktober 2014. Sebuah tradisi politik baru, kesempatan emas dan ujian demokrasi?

Dalam sejarah bangsa Indoensia, transisi kekuasaan–pada tahun 1965, 1998, 1999 dan 2004–selalu ada ganjalan sehingga tidak berjalan secara mulus. Pilpres 2014 menjadi kesempatan emas bagi rakyat untuk memulai tradisi politik baru sehingga perkembangan demokratisasi tidak lagi seperti cacing kepanasan di atas bara api pelanggaran yang mewarnai tahapan pelaksanaan pilpres 2014.

Kita bersyukur penghitungan suara sebagai tahapan terakhir pilpres yang dilakukan KPU secara berjenjang mulai dari tingkat desa sampai nasional telah berjalan lancar. Apresiasi kita berikan kepada masyarakat, aparat kopolisian dan TNI yang telah berkontribusi menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif.

KPU juga yang telah mewujudkan pilpres sebagai manifestasi demokratisasi secara terbuka. Transparansi telah dilakukan KPU dengan mengunggah hasil rekapitulasi suara pada tingkat TPS (formulir C-1), pada tingkat kecamatan (DA-1) dan pada tingkat kabupaten/kota (DB-1) untuk memudahkan masyarakat ikut serta mengawasi proses perhitungan suara hasil pilpres.

Apa yang telah dicapai bangsa Indonesia melalui pilpres 2014 merupakan lompatan besar dalam menempuh ujian demokrasi untuk menuju negara demokrasi yang matang. Dalam upaya tersebut kita menggarisbawahi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengharapkan semua pihak berjiwa besar menerima hasil pilpres yang diumumkan KPU. Keberatan terhadap hasil pilpres bisa disalurkan secara konstitusiponal melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Keberhasilan kita melaksanakan tahapan demokrasi hingga transisi kekuasaan secara damai pada 20 Oktober 2014 akan membawa bangsa Indonesia bergerak maju. Sebuah langkah kemenangan rakyat memasuki tradisi politik baru melalui lompatan besar mewujudkan kesempatan–jembatan–emas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis. Selamat datang presiden baru Indonesia! ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar