Presiden Jokowi: Kuncinya ada di Saudara-saudara

jokowi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Presiden Joko Widodo mengatakan, masa transisi 2015-2030 adalah  masa kritis. Masa kritis dalam 15 tahun ke depan. Begitu kita tidak memenangkan pertarungan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi, begitu kita memenangkan pertarungan,  kita bisa tinggal landas.

“Ada di sini kuncinya. Dan itu kuncinya ada di Bapak/Ibu semuanya, Saudara-saudara semuanya, bukan di siapa-siapa,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) tahun 2016, peluncuran Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), serta peningkatan Layanan Izin Investasi 3 Jam (I23J) untuk bidang infrastruktur, di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2/2016) siang.

Pertemuan KP3MN berlangsung 2 hari, untuk membangun sinergi kebijakan investasi antara pusat dan daerah. Sedang KLIK adalah  bentuk kemudahan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan yang akan berinvestasi di kawasan industri tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut laman Setkab, peningkatan Layanan I23J untuk bidang infrastruktur telah diluncurkan pada 18 Januari 2016, dan pada Senin  ini diluncurkan peningkatan layanan I23J untuk bidang infrastruktur Perhubungan, ESDM, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kominfo.

Presiden Jokowi mengemukakan, untuk mengurus yang namanya jalan tol saja, ia sudah lima kali ke sana. Ini tentu berbeda dari yang normal, yang hanya groundbreaking, lalu ditunggu kapan selesainya. “Kalau saya tidak. Ndak, saya ingin itu dipercepat. Saya akan cek, saya akan cek, saya akan cek lagi, saya akan cek lagi. Terus, enggak ada jalan yang lain,” tegasnya.

Ditegaskan, kita memang suah dikejar waktu, tidak  ada waktu lagi.  Dwelling time juga sama. Presiden mengurus pelabuhan, karena di situ kunci. Ada Rp 740 triliun hilang gara-gara ketidakefisienan perkara itu. “Saya datangi pasti ada persoalan besarnya,” ujarnya.

Menurut Presiden, dwelling time sebelumnya enam hari. Pada  Januari sudah 4,7, sekarang Pak Menko sampaikan sudah di bawah 3 hari, dan itu dinilai Presiden Jokowi sudah mirip-mirip Singapura dan Malaysia.

 

“Kalau kita tidak kejar itu, ya sudah ditinggal, karena cost mahal. Biaya mahal, logistic cost-nya mahal, transportation cost-nya mahal, mau apa kita? Di mana produk kita bisa bersaing, enggak bisa. Presiden sampai ngurus-ngurus ke pelabuhan, enggak ada di dunia, enggak ada,” tegas Jokowi seraya mengaku senang, karena sekarang menko, menteri, semuanya kejar-kejaran untuk melakukan terobosan.

Pembukaan KP3MN  tahun 2016, peluncuran KLIK, serta peningkatan Layanan Izin Investasi 3 Jam (I23J) untuk bidang infrastruktur itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, sejumlah menteri, Kepala BKPM Franky Sibarani, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Jaksa Agung Prasetyo, para gubernur, bupati, dan wali kota. (ril/end)

Berita Terkait