Presiden Kembali Pesankan KIP Dipakai Membeli Buku, Sepatu, dan Seragam

kip

MAGELANG, (tubasmedia.com) – Presiden Joko Widodo kembali betpesan agar Kartu Indonesia Pintar (KIP) dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, misalnya, membeli buku, sepatu, seragam. “Ingat anak-anak tidak boleh untuk beli pulsa,” pesan Jokowi.

Presiden Jokowi, didampingi Ibu Iriana, mendatangi warga yang menunggunya di Balai Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (2/6) sekitaar pukul 17.00 WIB. Jokowi membagikan KIP, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB).

Presiden menyerahkan Kartu Asistensi Disabilitas kepada 3 orang perwakilan penerima. Kartu tersebut diantar langsung oleh Presiden ke tempat duduk penerima. Penerima masing-masing mendapat Rp 300 ribu per bulan sampai Desember. Penerima Kartu ASPDB juga mendapatkan kartu KIS.

Kemudian Jokowi menyerahkan KIP kepada perwakilan penerima 10 pelajar. Penerima KIP masing-masing mendapatkan Rp 450 ribu untuk pelajar SD, Rp 750 ribu untuk pelajar SMP, dan Rp 1 juta untuk pelajar SMK/SMP.

Laman Sekretariat Kabinet memberitakan, Kepala Negara berpesan agar dana KIP tersebut diambil minggu ketiga Juni saat tahun ajaran baru. Ia berpesan uang itu dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, tidak boleh membeli pulsa. Ia juga berpesan agar meambah jam belajar, jangan hanya jam. “Lurang, kalau mau pintar, jadi orang, belajar minim itu 3 jam,” tuturnya.

Kepada orang tua siswa, Kepala Negara berpesan agar mengarahkan anak-anak belajar lebih keras, karena persaingan sekarang juga antaranak, dan nanti kalau kerja juga persaingan semakin berat.

Karena itu, Kepala Negara meminta kepada para orang tua agar membiasakan anak-aak belajar dengan baik. Mulai dari kecil dibiasakan untuk belajar malam hari paling tidak 3 jam. Setelah itu, Presiden Jokowi membagikan KIS kepada 10 perwakilan penerima. Ia mengingatkan penerima KIS, kalau sakitnya hanya batuk-batuk atau sakit flu cukup ke puskesmas. Kalau dicek di puskesmas batuknya berat, dilihat paru-parunya berat, baru dirujuk ke rumah sakit.

“Sekali lagi tidak dipungut biaya, pakai kartu itu. Kalau ada yang melayani di rumah sakit, yang pegang kartu dilayani tidak baik, laporkan,” kata Jokowi seraya menyebutkan, pertama bisa dilaporkan ke Menteri Kesehatan, kalau masih belum laporkan ke Presiden.

Ia menegaskan, rakyat harus dilayani dengan baik kalau pas sakit, karena yang pegang kartu itu juga bayar, tapi yang membayar negara. Terakhir dibagikan KKS kepada 10 perwakilan penerima. (ril/ender)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar