Pro-kontra Mewarnai Pembangunan Taman Alun-alun

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (TubasMedia.Com) – Pro dan kontra mengiringi pembangunan taman alun-alun dan lapang parkir Dadaha Kota Tasikmalaya oleh Pemprov Jawa Barat. Proyek pembangunan di dua lokasi tersebut yang menghabiskan dana miliaran rupiah tanpa konsultasi dengan pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. Masyarakat Tasikmalaya mengharapkan BPK dan KPK memantau penggelembungan dana pembangunan kedua proyek tersebut.

Tokoh masyarakat Tasikmalaya H. Djadja W yang juga Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Tasikmalaya (FKMPT) kepada tubasmedia.com mengatakan pembangunan taman Alun-alun dan lahan parkir lapang Dadaha tidak sesuai kehendak masyarakat.

Masyarakat Tasikmalaya menuding Gubernur Ahmad Heryawan mencari simpati dan tebar pesona melalui proyek Angagaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi menjelang Pilkada Jawa Barat 2013. Gubernur Ahmad Heryawan akan kembali ambil bagian dalam perebutan kursi Gubernur Jawa Barat artis enior Deddy Mizwar.

Anehnya, kata Djadja pembangunan taman Alun-alun menelan biaya sekitar Rp 1,5 miliar, hanya untuk membangun tembok pembatas dan taman bunga berikut pohon dan pelataran pejalan kaki. Begitu pula pembangunan lahan parkir Dadaha, hanya dipasang paving block, berikut pelataran pejalan kaki, mengabiskan biaya sekitar Rp 888 juta.

“Pada perinsipnya masyarakat mendukung pembangunan melalui dana bantuan gubernur Jabar, tapi pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya” tegasnya. Uang rakyat miliaran yang digelontorkan Pemprov Jabar itu dinilai Djadja sebagai trik politik Ahmad Heryana sebagai Cagub incumbent.

“Lebih tepat Provinsi Jabar membangun dan merehabilitasi bangunan sekolah dan jalan yang kondisinya memprihatinkan” harap Djadja. (hakri/dadang)

Berita Terkait

Komentar

Komentar