Produk IKM Sudah Menembus Pasar Internasional

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Setidaknya 2.000 wirausaha baru harus dilahirkan setiap tahun dan untuk mewujudnyatakan program ini, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) wajib menyelenggarakan pelatihan di  berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Demikian dikatakan Plt Dirjen IKMA, Kementerian Perindustrian, Reni Yanita kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin. Jadwal pelatihan dimaksud sudah terprogram berdasarkan penelitian tim yang khusus dibentuk guna memantau di daerah mana saja calon-calon wirausaha baru itu dilatih.

Bentuk pelatihan atau lebih dikenal dengan sebutan bimtek (bimbingan teknis) itu sudah ditentukan melalui kurikulum dan akan disesuaikan dengan keinginan para pesefrtea bimtek.

Misalnya ada yang punya keinginan jadi tukang jahit, jadi pembatik, mau jadi produsen makanan dan  minuman atau hanya jadi pedagang. Tapi menurut Reni, sebagian besar pelaku usaha kecil menengah (UKM) bergerak di sektor industri makanan dan minuman. Katanya, 36 persen dari 4,4 juta pelaku industri kecil dan menengah bergerak di sektor industri makanan dan minuman.

Menurutnya, pertumbuhan sektor IKM di Indonesia sangat dibanggakan. Pasalnya, selain mengisi pasar dalam negeri, mereka juga sudah banyak yang menembus pasar internasional.

Di bagian lain keterangannya, Reni mengaku kalau pihaknya sering menemukan hambatan pada saat berlangsungnya bimtek. Disebut misalnya dalam rangka menumbuhkan jiwa kewirausahaan. ‘’Jiwa kewirausahaan itulah yang pertama sekali kami galakkan,’’ jelasnya.

Selain itu tambahnya, usai mengikuti bimtek, para calon wirausaha tersebut belum  bisa langsung bekerja sebab harus disediakan mesin-mesin peralatan untuk digunakan mempraktekkan hasil bimtek.

Pemerintah kata Reni wajib memberikan bantuan mesin-mesin peralatan dimaksud  yang diserahkan kepada kelompok,  bukan untuk perseorangan. (sabar)

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar