Produk Khas Jadi Andalan Industri di Daerah

Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima produk khas Kota Langsa berupa kerupuk emping melinjo “Meuling” dan kopi Aceh jenis torabika dari Walikota Langsa, Aceh, Usman Abdullah di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat, 29 April 2016 dan disaksikan oleh  Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Euis Saedah, Tenaga Ahli Menperin Didi Apriadi dan Presiden Direktur PT Aceh Boga Sejahtera Amir Faisal. Menperin mencermati, souvenir dan buah tangan khas daerah memiliki potensi kuat untuk dikembangkan dan diperluas pemasarannya termasuk dengan meningkatkan desain kemasan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima produk khas Kota Langsa berupa kerupuk emping melinjo “Meuling” dan kopi Aceh jenis torabika dari Walikota Langsa, Aceh, Usman Abdullah di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat, 29 April 2016 dan disaksikan oleh Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Euis Saedah, Tenaga Ahli Menperin Didi Apriadi dan Presiden Direktur PT Aceh Boga Sejahtera Amir Faisal. Menperin mencermati, souvenir dan buah tangan khas daerah memiliki potensi kuat untuk dikembangkan dan diperluas pemasarannya termasuk dengan meningkatkan desain kemasan. (tubasmedia.com/istimewa)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pelaku usaha dan pemerintah daerah semakin bergairah mengembangkan industri kecil dan menengah berbahan baku dari kawasan setempat. Produk olahan pangan, perikanan dan kerajinan menjadi beberapa produk andalan.

Hal itu sejalan juga dengan upaya Pemerintah memeratakan pengembangan industri agar tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa sekaligus mendorong wirausaha-wirausaha baru di Tanah Air. Hal itu menjadi perbincangan Menteri Perindustrian Saleh Husin saat menerima Walikota Langsa Aceh, Usman Abdullah di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

“Langsa, seperti daerah lain di Indonesia, tentu memiliki potensi industri kecil dan menengah selain industri besar. Beberapa produk olahan pangan dari Langsa seperti keripik pisang, melinjo dan tentu saja kopi bisa dikembangkan,” ujar Menperin.

Langsa terletak sekitar 400 kilometer ke timur dari Banda Aceh. Kota ini terbilang komplet lantaran memiliki pesisir dan wilayah laut selain bentangan lahan pertanian dan perkebunan.

Menteri Saleh juga mengungkapkan, Kemenperin memiliki program pembinaan industri kecil dan menengah. Teknik produksi dapat diperbaiki, begitu juga dengan kemasan produk. “Pendekatan branding, termasuk kemasan yang menarik, saya cermati efektif untuk mendongkrak pemasaran,” ulasnya.

Senada, Walikota Langsa Usman Abdullah mengatakan salah satu strategi memacu pertumbuhan ekonomi daerahnya ialah mengembangkan sentra-sentra industri potensial sesuai potensi sumber daya ekonomi lokal yakni pertanian, perikanan dan perkebunan.

Kota ini, imbuh dia, secara historis dan didukung posisi menghadap Selat Malaka, Langsa juga jalur perdagangan dengan adanya Pelabuhan Kuala Langsa. Hal ini juga memperkaya aktivitas ekonomi dan budaya, termasuk dalam hal ragam produk kuliner.

“Kota kami juga strategis, merupakan jalur darat dari Banda Aceh serta kota lain di Aceh dari dan ke Medan, Sumatera Utara. Antara lain, kami akan dorong produk makanan menjadi buah tangan menarik bagi warga kami yang bepergian ke lain daerah maupun wisatawan dan bahkan masyarakat yang bepergian melintasi Langsa,” katanya sembari mengungkapkan pemkot juga terus berupaya menarik investasi ke Langsa.

Turut mendampingi Menperin ialah Dirjen Industri Agro Kementerin Panggah Susanto dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Euis Saedah. Bersama Walikota Langsa antara lain Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usahan Kecil Menengah (Diskoperidag dan UKM) Ariman, Kepala Bappeda Said Fadli, Ketua Komisi C DPRK Langsa Pangian Widodo Siregar dan Presiden Direktur PT Aceh Boga Sejahtera Amir Faisal. (ril/sabar)

Berita Terkait