Produk Mainan Indonesia Masih Tertinggal

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Produk mainan asal Indonesia, jauh tertinggal dari sisi teknologi dan inovasi dibandingkan produk mainan asal China. Di China, industri mainan sangat berkembang, sampai-sampai dalam ajang pameran Spielwarenmesse International Toy Fair di Nuremberg Jerman 2013, China mengirimkan 235 perusahaanya, sementara Indonesia hanya 16 perusahaan.

Produk China punya inovasi sendiri seperti pemberian chip dan mekanik pada unsur boneka, mereka sangat established,” kata Dirut PT Kanage Internasional, Agus di Intercotinental MidPlaza, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, China sangat hebat, misalnya produk mainan boneka buatan China sangat inovatif dari bentuk, atau dari segi dinamis yang mancakup gerak dan bunyi. Selain itu, umumnya mainan boneka asal China mempunyai sistem mekanik.

“Itu yang kurang dari kita. Tantangan kita tentu saja penyatuan mekanik dengan boneka. Indonesia sendiri lebih ke arah konvensional dengan produk soft boneka, dan unsur teknologi sangat minim,” jelas Agus.

Agus mengatakan, perusahaan bonekanya akan ambil bagian dalam pergelaran pameran boneka internasional di Jerman. Ia akan menjual produknya dengan harga US$ 3/piece. Ke depan, Agus berusaha untuk menerapkan teknologi gerak dan suara untuk bisa bersaing dengan China.

“China punya teknologi canggih, tapi kita tidak takut, local market masih menjadi antisipasi kita jika perdagangan ke Eropa minim,” ungkap Agus.

PT Kanage Internasional telah mengekspor produknya ke Malaysia dan Pakistan. Eropa menjadi bidikan selanjutnya. Pemasaran lokal Indonesia per tahunnya meningkat 30 %. Hal tersebut yang membuat PT Kanage Internasional tetap berkomitmen pada pasar domestik. Agus mengaku resah, terkait membanjirnya produk mainan China di Indonesia. (roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar