Produsen Kapal dan Dermaga Apung, Pacu Hilirisasi Industri Petrokimia

2(1)bbbbbbbbbb

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pengembangan industri hulu petrokimia di Indonesia terus mendorong aktivitas industri turunan, salah satunya ialah produksi kapal, dermaga apung dan keramba berbahan high density polyethylene (HDPE).

Bahan yang dikenal elastis, kuat, tahan benturan, tahan cuaca dan ramah lingkungan ini diproduksi oleh industri petrokimia yang mengolah hidrokarbon (crude oil) lantas menghasilkan produk nafta dan berlanjut menjadi HDPE.

Karateristik material HDPE sendiri lebih ringan dari air dan memiliki ketahanan yang tinggi. Keunggulan lainnya ialah dapat didaur ulang dan dapat dibentuk sesuai cetakan pada suhu dan tekanan tertentu.

“HDPE yang dihasilkan industri petrokimia kita sudah diaplikasi menjadi produk akhir oleh pabrik-pabrik kita. Ini juga melibatkan para pemilik usaha yang melakukan inovasi terhadap penggunaan bahan baku yang dihasilkan industri nasional,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin usai menerima Presiden Direktur PT Floaton Bahari Indonesia Hary Supriadi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Menperin menambahkan, industri hilir domestik yang memanfaatkan HDPE turut meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Serapan produk juga mendapat keuntungan oleh geliat pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah serta swasta.

Presdir Floaton Bahari Hary Supriadi mengungkapkan, HDPE juga mempunyai permukaan yang halus sehingg memiliki koefisien gesek atau friction loss yang kecil dan biaya perawatan murah karena mudah dibersihkan.

“Produksi kami antara lain kapal HDPE, dermaga apung dan keramba. Untuk kapal, digunakan oleh perusahaan produsen minyak lepas pantai, juga bisa menjadi kapal patroli dan kapal penumpang. Aplikasinya fleksibel,” katanya.

 

Sementara, dermaga apung digunakan oleh instansi pemerintah bidang perhubungan dan kelautan. Sedangkan beberapa pemerintah daerah memanfaatkan keramba produk Floaton untuk perikanan budi daya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar