Produsen Tekstil Ramai-ramai Produksi APD

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Sejumlah industri tekstil mulai mengembangkan pembuatan alat pelindung diri (APD). Upaya itu untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan alat kesehatan guna menangani pasien Corona (Covid-19).

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, mengemukakan, beberapa anggota API di Bandung telah mengembangkan pembuatan alat pelindung diri. Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) juga berupaya memenuhi kebutuhan APD itu.

Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan Lukminto, menyampaikan, perseroan sedang mengoptimalkan produksi APD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat.

“Untuk bahan baku tidak masalah, karena kami bikin sendiri. Kami juga akan memproduksi yang medical grade, dan kami sudah distribusikan 35 juta masker bulan ini,” ungkapnya dikutip dalam keterangan tertulis Kementerian Perindustrian yang dikutip Kamis 2 April 2020.

Kementerian Perindustrian memang terus memantau perkembangan aktivitas industri berbagai sektor di dalam negeri, terutama terkait dampak pandemi yang disebabkan virus Corona. Sejumlah kebijakan strategis telah dikeluarkan pemerintah untuk percepatan penanganan wabah Covid-19 dan menjaga jalannya dunia usaha di Tanah Air.

“Pemerintah sangat serius dalam menangani Covid-19 ini, termasuk agar industri kita tidak terpuruk. Jadi, penciptaan iklim usaha yang kondusif juga diprioritaskan. Namun, hal itu perlu dukungan semua stakeholder,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

“China mampu meng-create kesempatan dalam krisis seperti ini. Sebab, jika ekonomi China membaik, akan berpengaruh juga. Maka itu, kita harus bisa menciptakan peluang baru dalam menghadapi kesulitan ini,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo, mengatakan, pihaknya mempunyai pabrik di Cikarang yang sudah mengembangkan bahan baku obat untuk penanganan Covid-19.

“Kami sudah transfer teknologi, termasuk juga untuk produksi finished product. Kurang lebih saat ini cukup untuk enam bulan. Permintaan tertinggi sekarang adalah chloroquine,” tuturnya.  (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar