Produsen TPT Beralih ke Produksi APD dan Masker, PHK tidak akan Terjadi

JAKARTA,(tubasmedia.com) – Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI) menyebut hingga saat ini telah ada 30 persen pabrikan yang mengalihkan lini produksinya ke bahan baku produksi alat pelindung diri (APD) dan masker.

Sekretaris Jenderal APSyFI Redma Wirawasta menyatakan industri TPT sampai sekarang masih menjaga serapan tenaga kerja. Namun demikian, lanjutnya, sampai saat ini telah ada dua pabrikan yang memilih untuk merumahkan tenaga kerjanya.

“Kalau PHK [Pemutusan Hubungan Kerja] tidak akan, karena, yang pertama, pemerintah sudah serius dengan tekstil. Kedua, terkait dengan Covid-10, tekstil masih ke industri pendukung untuk pengadaan APD,’ katanya di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, hingga saat ini telah ada 30 persen pabrikan yang mengalihkan lini produksinya menjadi bahan baku produksi APD dan masker. Redma menilai pengalihan tersebut membuat rata-rata utilitas pabrikan hulu TPT dapar terjaga di sekitar 40 persen.

“Namun, kalau pabrik yang masih hidup utilitasnya di kisaran 60-70 persen. Level 40 persen itu dihitung dengan pabrikan yang sudah mati. Ini untuk pabrik serat dan benang,” jelasnya.

Redma meramalkan pengalihan produksi ke APD dan masker dapat menjaga kekuatan pabrikan untuk pulih saat masa recovery nanti. Adapun, Redma meramalkan pasar lokal akan kembali pulih pada awal semester II/2020.

“Kalau wabah COVID-19 bergulir sampai September 2020, kebutuhan APD diramalkan masih banyak. Kami akan hidup dari produksi APD dulu,”: katanya.

Redma optimistis pabrikan tidak akan menempuh jalur PHK dalam waktu dekat. Pasalnya, lanjutnya, pemerintah telah memastikan ketersediaan pasar industri TPT dalam rapat terbatas di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

Dalam rapat tersebut, Redma menyampaikan pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 77/2019, mendukung implementasi safeguard garmen, dan akan memberikan relaksasi pajak sebagai industri pendukung pengadaan APD.(red)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar