Promosi Otomotif Bukukan Transaksi Triliunan Rupiah

IIMS 2014

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Promosi besar-besaran otomotif nasional, yang digelar sekali dalam satu tahun, baru saja usai. Selama 11 hari, dari 18 sampai 28 Oktober 2014, produsen otomotif dan industri pendukungnya, memamerkan produk-produk unggulan yang membuat pengunjung berdecak kagum. Promosi itu pun sukses membukukan transaksi bisnis triliunan rupiah.

Bayangkan, mobil model terbaru, bahkan yang masih berupa konsep, dipamerkan di arena yang terletak di Jakarta International (JI) Expo, Kemayoran, Jakarta, itu. Promosi tahunan, yang lebih popular dengan sebutan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, memang spektakuler, baik dari sudut materi pameran, lokasi, dan tentu saja peserta. Tidak kurang dari 36 agen pemegang merek tampil di IIMS 2014. Masing-masing membuka booth atau stand yang didekorasi seindah mungkin. Maka pameran, seluas 83.137 m2, lebih luas dari tahun lalu, 75.101 m2, dipenuhi 322 booth, tahun lalu 312. Semuanya berkaitan dengan industri otomotif.

Tahun 2014 ini, untuk ke-22 kalinya IIMS diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Menurut Sekretaris Umum Gaikindo, Noegardjito, kepada tubasmedia.com, baru-baru ini, pihaknya selalu mengupayakan peningkatan IIMS. Dan tahun ini jelas IIMS lebih besar dari tahun lalu. Hasilnya pun tentu lebih besar.

Ia mengatakan, penyelenggara tidak menetapkan target pengunjung dan transaksi selama IIMS berlangsung. Tapi, realitas, terjadi peningkatan signifikan. Sebagai contoh, IIMS 2014 dikunjungi oleh 380.365 orang, sedang 2013 sebanyak 377.661 orang. Padahal, untuk memasuki arena pameran pengunjung harus membeli tiket tanda masuk. Transaksi yang beredar di lantai pameran sejak dibuka 18 September hingga 27 September Rp 5,39 triliun. Angka riilnya hingga hari penutupan, 28 Septemeber 2014, tentu lebih besar lagi.

Konferensi dan Seminar

Selama 11 hari, tidak hanya promosi dan transaksi bisnis yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, juga konferensi dan seminar dengan mendatangkan narasumber dari dalam dan luar negeri. Menurut Noegardjito, salah satu pertemuan bergengsi itu adalah Indonesia International Automotive Conference, yang membahas “Prospek Industri Otomotif Indonesia sampai 2025”, dengan pembicara dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri di antaranya, Kurtubi, Faisal Basri, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin, Budi Darmadi, pejabat dari Kementerian ESDM, dan dari Kementerian Keuangan. Di samping itu, diselenggarakan seminar tentang industri kecil dan menengah yang memproduksi komponen otomotif serta seminar tentang maritime logistics.

Komponen Otomotif

Salah satu yang terkait dengan perkembangan industri otomotif adalah industri komponen. Industri ini, yang umumnya masih tergolong industri kecil dan menengah, turut menikmati hasil dari pertumbuhan industri otomotif nasional. Menurut Ketua Industri Komponen Otomotif (KIKO) Indonesia, M. Kosasih, omset industri komponen otomotif dalam negeri tahun ini diperkirakan meningkat 20-30 persen, seiring dengan pertumbuhan industri otomotif. Diharapkan, pekerjaan untuk industri komponen dalam negeri terus meningkat.

Perkiraan peningkatan omset itu didasarkan pada realitas, sebagian besar anggota KIKO mengerjakan original equipment manufacturer (OEM) walaupun di layer 2 dan 3. Dalam kondisi saat ini, di mana perkembangan industri otomotif cukup baik, industri komponen OEM dan after market (fast moving) sangat menjanjikan.

Dikemukakan, agen tunggal pemegang merek (ATPM) jelas menggunakan OEM. Sedangkan di after market berbagai macam kualitas beredar. “Jadi secara bisnis, keduanya berpeluang positif,” katanya. (ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar