PSI Mencurigai Pelaku Pengeroyok Ade Armando adalah Pendukung Anies Baswedan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pengamat Politik, Ujang Komaruddin menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mau mencitrakan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pendukungnya sebagai kelompok yang intoleran dan pro kekerasan.

Itu disampaikan ujang menanggapi omongan Wakil Ketua Dewan Pembina PS,I Grace Natalie yang menyebut relawan Anies Baswedan yang berasal dari  bekas loyalis organisasi terlarang macam FPI dan HTI terlibat bahkan merencanakan pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando.

Ujang menilai pernyataan dari Grace itu mengindikasikan jika partai besutan Giring Ganesha itu punya dendam politik kepada Anies Baswedan, karena mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017 silam. Ketika itu PSI menjadi salah satu parpol yang menjagokan Ahok.

“Mungkin saja arahnya kesana, mencitrakan seolah Anies Baswedan dan pendukungnya pro kekerasan. Karena bisa jadi PSI punya dendam politik pada Anies ketika pilkada DKI, Ahok sebagai teman karier PSI kalah oleh Anies,” katanya, Sabtu (16/04/2022).

Pernyataan PSI yang memojokkan Anies Baswedan bukan baru kali ini saja, sebelum-sebelumnya parpol ini juga sering menyerang Anies Bahan Ketum PSI Giring Ganesha pernah mengatakan Anies Gubernur terbodoh yang tak pantas maju Pilpres 2024.

“Saya melihat PSI ini bagian dari manas-manasin situasi saja,” tegas Ujang.

Menurutnya, dengan tingkah politisi yang demikian, bangsa ini setiap hari hanya meributkan hal-hal yang tidak substantif. Kita ingin, kata dia, menjaga bangsa dengan kondusifitas.

Soal siapa pelaku, provokator, siapa yang terkait kasus Ade Armando menurut Ujang bukan domain politisi. Ini jelas-jelas yurisdiksi kepolisian, jadi orang politik lebih baik berlepas diri.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mencurigai pelaku pengeroyok pegiat media sosial Ade Armando adalah relawan dan pendukung Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan. Mereka kata Grace berasal dari kelompok dan organisasi terlarang di Indonesia seperti Front Pembela Islam dan  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar