PT BBI Hentikan Produksi Cangkul

JAKARTA, (tubasmedia.com) – PT  Boma Bisma Indra (BBI) sudah sejak sebulan lalu menghentikan produksi cangkul. Pasalnya, cangkul yang sempat diproduksi tidak ada peminatnya di pasar.

PT PPP dan Sarinah tidak bersedia memasarkan karena peminat tidak ada.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT BBI, Rahman Sadikin menjawab wartawan melalui telepon selulernya di Jakarta kemarin. Penghentian produksi katanya sudah berjalan sejak sebulan lalu.

Sementara itu disebut, cangkul yang sudah sempat dproduksi seluruhnya berjumlah 100.000 unit dan semuanya saat ini tersimpan di gudang. Namun Rahman menolak menyebut kalau pihaknya menderita kerugian kendati produknya tidak laku dijual.

‘’Kami tidak rugi karena kami bukan penjual cangkul tapi CSR.Nanti semuanya cangkul yang tidak bisa kami jual, akan kami bagi-bagi gratis kepada rakyat,’’ katanya.

Ditanya apa solusi sebagai pemroduksi cangkul yang sudah ditunjuk pemerintah agar produk dalam negeri bisa terjual di dalam begeri, Rahman mengatakan terserah pemerintah, biarlah pemerintah yang mengambil kebijakan.

Yang jelas katanya,saat ini pasar dalam negeri dibanjiri cangkul impor yang didatangkan secara illegal. ‘’Cangkul impor illegal yang banyak beredar di pasar, harganya jauh lebih murah. Di Cina saja hanya satu dolar per unitnya,’’ katanya.

Sementara itu, Anton, salah seorang pengusaha cangkul mengharapkan pemerintah sebaiknya meninjau kembali program perdagadangan cangkul di dalam negeri. Dia mengharapkan agar pemerintah membuat aturan soal importasi cangkul setengah jadi dan jelas spesifikasinya. ‘’Yang nomor HS yang mana yang bisa diimpor, agar diberi penjelasan terrinci,’’ katanya.

Anton juga bingung kenapa impor illegal dalam bentuk barang jadi bisa masuk Indonesia sementara impor legal yang setengah jadi tidak diberikan. Padahal jika impor barang setengah jadi, nilai tambahnya akan tinggal di Indonesia.

Menurutnya, impor ilegal akan cangkul dari luar negeri saat ini akan semakin jor-joran mengingat belum adanya tindakan tegas dari pemerintah. Menurutnya, impor cangkul ilegal yang baru masuk ke pasar Indonesia baru lima kontainer dan sedang menyusul sekitar 7 kontainer lagi. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Newer Post

Komentar

Komentar