Puluhan Siswa SMAN 1 Pangururan Kesurupan

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SAMOSIR, (Tubas) – Seusai upacara bendera pada 31 Oktober lalu, 40 siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir secara tiba–tiba kesurupan.

Kejadian diawali, sekitar pukul 09.00 WIB, lima siswi kesurupan sambil berbicara yang meminta agar seluruh murid pergi kerumah kos siswa yang terbakar, serta tidak boleh lewat pukul 10.00. Para pelajar itu, yang pucat dan lemas, kemudian dipapah ke dalam ruangan guru. Anehnya para murid yang kesurupan merasa kedinginan dan sangat ketakutan, seakan–akan melihat sesuatu yang mengerikan, sambil menjerit, kejang-kejang dan menangis.

Pascakebakaran rumah kos di Jalan dr Hadrianus Sinaga (10/10) yang mengambil korban 9 pelajar SMAN 1 Pangururan, para siswi sering kesurupan, akibatnya aktivitas belajar-mengajar dihentikan. Seluruh pelajar disuruh pulang ke tempat tinggal masing-masing.

Marsuasas Simbolon BA, ST., Kepala SMAN 1 Pangururan, menjelaskan, kejadian seperti itu telah sering terjadi, yang membuat resah para guru, siswa, dan orangtua, karena sangat menganggu aktivitas proses belajar-mengajar di sekolah. Atas saran dari pelajar yang kesurupan tersebut, Maruasas pun memerintahkan seluruh guru agar mengerahkan segenap siswa/i ke lokasi sambil menyiramkan garam yang dipercaya sebagai tanda perpisahan antara yang hidup dan mati.

Para guru memerintahkan kepada siswa/i yang lain agar membantu memberikan pertolongan kepada murid yang kesurupan dengan memberikan minum air putih, memegang tangan dan kaki para korban yang meronta-ronta. (polim)

Berita Terkait

Komentar

Komentar