Pupuk Langka dan Mahal di Tapanuli Utara, Rp 600.000 per Zak

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kalangan petani di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) saat ini menjerit disebabkan langkanya pupuk dan kalaupun ada, harganya mencapai Rp 600.000 per sak.

Seorang petani dari Pangaribuan Taput, kepada tubasmedia.com menerangkan kalau keadaan ini sudah berlangsung lama dan hingga kini belum ada tindakan tegas dari pemerintah setempat.

Diharapkan keadaan yang sangat merugikan kalangan petani ini bisa segera diatasi pihak Pemkab Taput sehingga upaya pemerintah pusat meningkatkan kesejahteraan petani, tidak sia-sia.

Kenaikan harga pupuk urea nonsubsidi di kalangan pengecer, mencapai harga tertinggi seminggu terakhir ini. Satu kilo pupuk Urea Nonsubsidi diecer dengan harga Rp 12.000/kg atau Rp 600.000/zak atau 50 kg.

‘’Dengan langkanya pupuk dan melejitnya harga pupuk dan obat-obatan, membuat hasil panen tidak sebanding dengan pengeluaran operasional,’’ kata Leo Sianturi seorang petani jagung dari Pangaribuan.

Leo Sianturi juga mengeluhkan peraturan di Tapanuli Utara yang menyebut, petani yang bukan anggota Kelompok Tani tidak dilayani membeli pupuk. Artinya, hanya petani yang terdaftar sebagai anggota Kelompok Tani yang diberi kesempatan membeli pupuk.

‘’Saya tidak tau aturan dari mana itu. Masa hanya yang terdaftar kelompok tani bisa membeli pupuk,’’ ucapnya. (sabar)

 

 

 

Berita Terkait