Rakor Penanggulangan Kemiskinan Digelar di Kabupaten Sragen

wagub-pict

 

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Ikhtiar dan kerja keras Pemkab Sragen yang mempedulikan rakyat miskin melalui Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) telah diakui oleh dunia internasional dengan didapatkannya penghargaan dari United Nation atau PBB.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi disebutkan bahwa, salah satu kunci keberhasilan UPTPK dalam membantu warga miskin adalah validitas data keluarga miskin. Proses pendataan KK miskin yang valid ini diharapkan bisa dicontoh oleh daerah lain, terutama di propinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman saat memberikan sambutan dalam Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Daerah se-Eks Karesidenan Surakarta, di ruang Sukowati, Selasa (22/9/2015). Rapat yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kabupaten kota se-Soloraya ini dihadiri oleh Wakil Gubernur propinsi Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko.

Ditambahkan oleh Bupati, sejak didirikannya UPTPK, validasi data warga miskin mulai difokuskan di wilayah masing-masing. Dengan biaya APBD, dan kerja sama lembaga desa/perangkat desa bisa mendata warga miskin secara valid. Data yang valid tersebut akan memperkecil salah sasaran dalam penyaluran bantuan.

Sementara, Kepala Bidang Pemerintahan &Kependudukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) propinsi Jawa Tengah Ibnu Kuncoro, SE.,MM yang mewakili Kepala Bappeda Propinsi Jateng menguraikan, rakor di Kabupaten Sragen merupakan ketiga kalinya setelah dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo, Brebes (se-eks Karesidenan Pekalongan) dan Wonosobo (se-eks Karesidenan Kedu).

Ibnu setuju bahwa kerja keras dalam penanggulangan kemiskinan memerlukan keikhlasan hati dan nurani terhadap rakyat miskin. Dan hal itu tidak kalah pentingnya dengan pembangunan infrastruktur yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sedangkan Wagub Propinsi Jateng menguraikan tentang komitmen pemprop Jateng untuk menurunkan angka kemiskinan. Dikatakannya, menolong orang miskin bagaikan menabur benih untuk anak cucu kita. Anak cucu kita dalam arti luas bisa diartikan sebagai generasi yang akan datang. Lanjutnya, komitmen yang kuat untuk menolong orang miskin seharusnya timbul dari hati, tidak hanya merupakan kewajiban saja. (roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar