Rakyat China Tiongkok Korupsi Pasti Dihukum Mati. Indonesia..?

Oleh: Marto Tobing

images
KALAULAH hukuman mati itu diterapkan terhadap para koruptor yang menggerogoti keuangan negara hingga menindas hak kesejahtaeraan rakyat di Indonesia, kemungkinan efek jera akan menjadi kenyataan yang sangat dahsyat.

Mungkinkah cambuk efek jera itu bisa menjadi kenyataan di negeri yang kaya sumber alam ini? Mungkin saja bisa dan tidak perlu malu-malu sesaat saja bangsa ini mau menengok sikap tegas yang diterapkan oleh China (Tiongkok) mulailah berbenah.

Kantor Berita Xinhua menyiarkan, ada peningkatan tren tersangka kasus korupsi di China memilih bunuh diri. Tindakan nekad itu dilakukan setelah nama mereka muncul di media publikasi massa.

Para “penjarah” uang negara itu ketakutan kalau sampai diringkus polisi dan pasti divonis mati pengadilan hingga dieksekusi i di hadapan regu tembak. Dari pada di hadapan regu tem,bak, sejak awal tahun hingga Juli lalu telah ada enam pejabat China lainnya yang bunuh diri.
Pada tahun 2013 tercatat 23 kematian tidak lazim dialami pejabat eselon tinggi mau pun pegawai rendahan di pemerintahan China baik di pusat mau pun di daerah yang terjerat korupsi.

Mengapa harus bunuh diri? Ternyata para tersangka korupsi itu masih punya urat malu. Sebab disiarkan Kantor Berita Xinhua mereka menghabisi nyawanya sendiri karena merasa malu disamping motifnya untuk melindungi keluarga mereka agar jangan terimbas ikut dihukum kalau sampai penyidikan kasusnya terus dikembangkan.

Sejak kepemimpinan Presiden Deng Xiaoping pada akhir 1980-an negeri Tirai Bambu itu berbenah diri. Akuntabilitas penggunaan uang negara diperketat kendati korupsi masih mengganas. Namun dengan kobaran Jiping perang melawan korupsi dan bersumpah membenahi birokrasi agar tidak ada lagi kebocoran anggaran akibat dijarah para abdi negara bermoral bejat itu, gaungnya mulai menggreget.

Strategi Presiden ke-7 China itu lebih canggih dibanding para pendahulunya dalam memberantas korupsi. Hukuman mati tidak berlaku efektif jika hanya menimpa pelaku kelas teri. Dia menargetkan, pejabat tinggi dulu yang dikenakan hukuman berat sampai hukuman mati, khususnya menteri dan pejabat tinggi sekelas direktur jenderal dst.

Tentara Rakyat China, Letnan jenderal Gu Junshan dan Menteri Perkeretapian Liu Azhjiun dua di antara sekian banyak petinggi negara komunis itu meregang nyawa dieksekusi regu tembak atas hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan.

Adalah ungkapan presiden yang sangat menakutkan itu menggelegar di bumi berpenduduk 1 miliar jiwa : “Saya mengincar Macan baru berikutnya Lalat…!” ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar