RCID Merupakan Konferensi yang Sangat Penting Diikuti

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Konferensi Regional Pembangunan Industri atau Regional Conference on Industrial Development (RCID)  ke-2, merupakan konferensi yang sangat penting untuk diikuti, tidak hanya para pelaku usaha, aparatur institusi/lembaga pemerintah dan akademisi, tetapi juga masyarakat.

“Sehingga berbagai elemen dapat saling mendukung untuk mempercepat penerapan Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan Indonesia pada awal tahun 2018 lalu, sekaligus untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia,’ demikian Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, kemarin.

Mengingat pentingnya konferensi tersebut, RCID ke-2 ini dikemas sebagai forum pendahuluan untuk membahas isu prioritas sekitar industri dan mendapatkan masukan dari negara-negara Asia Pasifik anggota UNIDO, yang kemudian akan diangkat pada pertemuan TIIWG dalam Presidensi G-20 Indonesia pada tahun 2022 tersebut.

Kementerian Perindustrian bersama United Nations on Industrial Development Organization (UNIDO) disebut akan menyelenggarakan dengan tema Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization atau “Akselerasi Industri 4.0 untuk Industrialisasi yang Inklusif dan Berkelanjutan” pada tanggal 10-11 November 2021 di Hotel Fairmont, Jakarta.

Konferensi Regional Pembangunan Industri atau RCID ini, lanjut menteri merupakan forum bagi negara-negara di Kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan, kebijakan, pengetahuan dan gagasan dalam pembangunan industri.

Dalam konteks kekinian forum ini berfokus pada bagaimana menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang dan manfaat revolusi industri keempat khususnya di masa pandemi yang penuh ketidakpastian.

Merefleksikan

Konferensi ini merupakan konferensi kedua dan tindak lanjut dari suksesnya penyelenggaraan pertama yang dilaksanakan pada 8-9 November 2018 di Bali. Konferensi pertama tersebut menghasilkan Bali Agenda on Industry 4.0 yang disepakati oleh peserta konferensi pada saat itu. Bali Agenda on Industry 4.0 merefleksikan keinginan untuk mendorong pemerintah negara-negara Asia Pasifik untuk mempromosikan kerjasama lebih lanjut dalam menghadapi tantangan dan mengambil peluang Industry 4.0, pentingnya menciptakan a level of playing field di kawasan, membangun platform knowledge sharing bagi negara berkembang untuk belajar dari kawasan yang lebih maju ekonominya.

Namun kata Menteri, mengingat masih berlangsungnya pandemi Covid-19, konferensi ini dilaksanakan dengan format hybrid, kombinasi antara kehadiran fisik dengan pertemuan secara virtual, dengan mengundang pejabat tinggi di bidang perindustrian dari 26 negara anggota UNIDO.

Penyelenggaraan RCID ke-2 ini juga merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan atau Inclusive and Sustainable Industrial Development (ISID) di masa pandemi Covid-19.  (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar