RE Nainggolan; Festival Danau Toba Sudah Brand, Jangan Dikutak-kutik

MEDAN, (tubasmedia.com) – Festival Danau Toba ramai diperbincangkan. Ada pro/kontra saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melontarkan pernyataan jika acara tersebut tak bermanfaat.

Bupati Taput Nikson Nababan dan Bupati Samosir Rapidin Simbolon ikut mengkritik ucapan mantan Pangkostrad itu.

Keduanya berdalih, ketidaksuksesan Festival Danau Toba  (FDT)karena tak melibatkan pemerintah daerah.

Baru-baru ini Edy Rahmayadi ‘memperlembut’ ucapannya. Ia menegaskan kalau Festival Danau Toba tetap dilaksanakan pada 2020 namun ada perubahan nama dan kegiatan.

Menilik hal itu tokoh Batak, RE Nainggolan, tak sependapat dengan Edy Rahmayadi. Ia menegaskan tak perlu mengubah nama Festival Danau Toba.

“Yang perlu dilakukan adalah evaluasi, penyesuaian dan perbaikan. Bagaimanapun Festival Danau Toba sudah menjadi sebuah agenda rutin. Itu sudah brand, menjadi nama yang sangat dikenal luas, legendaris sejak tahun 80-an,” kata RE Nainggolan melalui pesan WhatsApp, Senin (13/1/2020).

Kritik Bupati

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Bupati Samosir Rapidin Simbolon tidak setuju soal rencana Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meniadakan FDT 2020.

Keduanya bahkan mengkritik Pemerintah Provinsi Sumut karena tak dilibatkan dalam Festival Danau Toba 2019.

“Kalau menurut pendapat kami, dengan segala hormat kepada Bapak Gubernur, kurang tepat kalau Bapak Gubernur menyatakan bahwa FDT tidak ada manfaatnya.

Menurut kami FDT bermanfaat tetapi kurang maksimal,” ujar Rapidin Simbolon, Minggu (12/1/2020). Apalagi, tambahnya, FDT 2019 tidak melibatkan pemerintah daerah.

Mengantisipasi kegagalan, kedepannya diharapkan pelaksanaan FDT agar dipercayakan kepada penyelenggara yang lebih profesional. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar